Palu - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mutiara Palu mengatakan, cuaca di Sulawesi Tengah pada Oktober ini ekstrem karena mencapai 38 derajat celsius.
Prakirawan Stasiun BMKG Mutiara Palu Hadi Setiawan mengatakan Oktober suhu udara di Sulteng memang sangat tinggi.
“Bulan ini suhu di Sulteng ekstrem, disebut ekstrem karena tidak seperti suhu pada sebelumnya,” ujarnya, di Rama Grand Hotel Jalan Tanjung Santigi, Senin (20/10/2014).
Suhu udara 38 derajat celcius itu ekstrem, lanjutnya, karena suhu pada musim kemarau saja hanya mencapai 34 sampai 35 derajat celcius.
“38 derajat celcius itu dua hari yang lalu, sebelumnya jumat (17/10/2014) suhu di Sulteng mencapai 37,2 derajat celcius,” kata Hadi.
Hadi menambahkan, bulan maret di Sulteng juga mengalami suhu yang sangat panas, tapi tidak mencapai 38 derajat celsius.
Penyebabnya karena pengaruh Matahari, jelasnya, karena setiap enam bulan sekali Matahari bergeser ke belahan Bumi utara ke selatan. Dan sekarang Matahari berada di sebelah selatan tepatnya berada di sekitar wilayah Indonesia.
“Salah satu penyebabnya juga karena pembakaran hutan di Kalimantan, asapnya menghalangi penyebaran panas Matahari, jadi panasnya memantul, dan itu yang menyebabkan panas,” ucapnya.
Menurutnya, kebakaran hutan efeknya sama dengan efek rumah kaca. “Itu yang namanya pemanasan global, Matahari memancarkan sinarnya ke Bumi kemudian dipantulkan, tertahan oleh awan dan gas CO 2 dan gas lainnya, kemudian dikembalikan ke permukaan Bumi, akhirnya suhu bertambah
panas.
panas.
Hadi berharap seluruh warga untuk menjaga lingkungan dan tidak menebang pohon sembarangan. Karena cuaca ekstrem bisa mempengaruhi kesehatan dan membuat tingkat dehidrasi tinggi. (Fika Faradila/MS)
- See more at: http://metrosulteng.com/article/suhu-udara-sulteng-ektrem-capai-38-derajat-celsius#sthash.p43EbaB5.dpuf

Tidak ada komentar: