Inilah Pesta Rakyat yang Sesungguhnya - Jokowi Naikkan BBM Bersubsidi Sebesar 50% Pada November 2014

Gelaran Pesta Rakyat saat pelantikan Jokowi pekan depan yang menelan biaya 1 M ternyata kalah meriah dengan rencana Jokowi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan solar bersubsidi sekitar 50 persen, setelah dua pekan menjabat sebagai Presiden Indonesia.

Mengutip pernyataan kantor berita Reuters, Jumat 17 Oktober 2014, Jokowi  akan menaikkan harga BBM bersubsidi dan solar sebesar Rp3 ribu (US$0,25) per liter.

Adapun, saat ini harga BBM premium bersubsidi sebesar Rp6.500 per liter, sedangkan solar Rp5.500 per liter.

"Rencananya 1 November, tetapi untuk amannya dua minggu setelah Jokowi menjabat sebagai presiden," kutip Reuters.

Sebelumya, tanggal 30 September 2014, penasihat Tim Transisi Jokowi-Jusuf Kalla, Luhut Pandjaitan juga menyebutkan, harga BBM bersubsidi akan naik sebesar Rp3.000 per liter mulai November nanti.

“Kami telah berdiskusi dengan tim dari presiden terpilih dan akan menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp3.000 per liter pada November,” kata Luhut.

"Keputusan itu sudah diambil pada Jumat lalu. Kami rapat dengan Pak Jokowi, Pak JK, dan saya," ujar Luhut.

Luhut, yang juga kawan akrab Jokowi ini menambahkan, diskusi soal menaikkan harga BBM telah dilakukan selama tiga bulan terakhir. Ia pun menyebut, hal itu (kenaikan BBM bersubsidi) sudah final.

Sekedar mengingatkan, pernyataan Luhut tersebut langsung dibantah oleh Jokowi di hari yang sama.

"Berapa kenaikannya, belum. Kapannya juga belum," ujar Jokowi di Balaikota, Jakarta, Selasa, 30 September 2014.

Jokowi mengatakan, rencana tersebut masih dalam tahap perhitungan timnya. Setidaknya, ada beberapa opsi yang tengah dikalkulasi oleh tim. Misalnya, kenaikan sebesar Rp 500, Rp 1.000, Rp 1.500, Rp 2.000, Rp 2.500, atau Rp 3.000.

"Itu semuanya masih dalam proses hitung-hitungan," lanjut Jokowi kala itu.

Dengan kenaikan sebesar Rp3000 per liter, sudah terbayang berapa besar beban hidup yang harus ditanggung masyarakat.

Meski Jokowi rencananya akan memberikan Bantuan Langsung Tunai sebesar Rp300ribu yang dibagikan per 3 bulan,  kepada keluarga miskin, masyarakat meyakini jumlah tersebut tidak akan menutup kenaikan harga barang kebutuhan pokok sebagai efek kenaikan BBM bersubsidi.

"Artis-artis yang ngisi pesta rakyat gak akan pernah merasakan kelaparan kami kalau BBM jadi naik beneran," cetus Awis, seorang warga Cikampek.

Menurut Awis, pesta rakyat yang sesungguhnya dimulai saat antrian warga yang ingin mendapatkan BLT mengular di mana-mana.

"Rakyat gak butuh pesta. Rakyat butuh duit. Ini 'pesta' yang sesungguhnya. Rakyat akan memadati tempat pembagian BLT," ungkap karyawan biro perjalanan wisata ini.

Ketika ditanya apakah proses BLT yang berjalan selama ini cukup memuaskan, Awis menggeleng.

"Boro-boro. Di sini, warga cuma terima 50-75% dari total yang dijanjikan. Apa itu namanya bukan peluang korupsi?", tandasnya.

Ada banyak teori yang mengatakan bahwa harga BBM tak perlu naik. Tapi tentu saja ada ongkos untuk sebuah pesta demokrasi yang harus dilunasi oleh pemerintahan Jokowi.

Ongkos itu bernama kenaikan BBM bersubsidi, yang efeknya beratus lipat kali besarnya sebuah pesta rakyat yang digelar saat pelantikannya. (fs) (pkspiyungan.org)

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply