Prabowo Subianto telah menghadiri pelantikan Joko Widodo menjadi presiden. Sebelumnya Prabowo juga menyebut Jokowi sebagai patriot. Tak hanya itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang terbiasa mengkritik Jokowi, Fahri Hamzah, juga sudah mulai “melunak”.
Namun, di sisi lain, aktivis-aktivis liberal masih terus memojokkan Prabowo Subianto maupun PKS. Belakangan, aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL), Guntur Romli, masih terus membombardir tudingan miring kepada PKS.
“Pihak yang paling terpukul dengan pelatikan Jokowi & pertemuan Prabowo dengan Jokowi adalah PK$, makanya lumrah kalau kader-kadernya nyinyir minta ampun,” ungkap Guntur Romli di akun Twitter @GunRomli.
Menurut Guntur, Prabowo adalah sosok yang “di-PHP-in” oleh PKS selama ini. “Prabowo adalah sosok yang di-PHP-in oleh PK$ selama ini, diberi janji-janji surgawi, kemenangan pilpres versi QC & RC PK$ serta MK, argo PK$ terus jalan. Kalau hanya pelantikan Jokowi, PK$ sudah perhitungkan, tapi pertemuan Prabowo & Jokowi, benar-benar membuat PK$ kelimpungan, mengapa?” tulis @GunRomli.
“Setelah kalah di MK, Prabowo masih di-PHP-in ke PTUN, MA, main di Parlemen, sampe-sampe kayaknya PK$ janjikan kemenangan Mahkamah Akhirat untuk Prabowo. Dengan pertemuan Prabowo & Jokowi, seolah-olah kubu Prabowo mau berkata pada pihak PK$, usaha PHP klean sudah berakhir, PK$ terpukul,” sambung @GunRomli.
Di benak Guntur Romli, PKS telah memainkan info palsu dan opini publik untuk mengklaim target-target PKS. Di sisi lain, nafsu kemenangan sudah menguasai Prabowo dan Koalisi Merah Putih. Hal inilah menurut Guntur dimanfaatkan oleh PKS untuk memberi “janji-janji surgawi ke Prabowo. “PHP PK$ tidak gratisan, konon 80% biaya Kampanye Prahara masuk kandang sapi,” tulis @GunRomli. (intelijen.co.id)
Tidak ada komentar: