| Wagub memantau pelaksaan Ujian CPNS di tiga lokasi tempat ujian dari empat lokasi pelaksanaan ujian. Lokasi SMP Negeri 4. (Foto: Alfaira) |
Palu - Hasil seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2014 kali ini jauh dari keberpihakan untuk negosiasi terkait nota dinas dan rekomendasi salah seorang pejabat, sebab testingnya langsung diumumkan.
Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Sulteng Sudarto dalam kunjungan pemantauan bersama tim pemantau pelaksanaan tes CPNS jalur umum lingkup Pemprov Sulteng, Senin (19/10/2014). Tiga lokasi ujian yang dikunjungi Sudarto adalah SMA Negeri 1, SMP Negeri 4 dan SMK Negeri 3 Palu dari empat lokasi yang menjadi tempat ujian sisa SMA Negeri 6 Duyu yang belum sempat dipantau.
”Jika melihat pelaksanaan ujian penjagaannya berlapis boleh dibilang agak ketat peserta juga perlu memperlihatkan KTP dan Nomor ujian, sehingga pelaksanaan ujian seperti ini ditingkatkan karena jauh dari KKN,” ungkap Sudarto.
Saat memantau, Ketua PMI Sulteng ini juga sempat menanyakan beberapa hal terkait kelancaran pelaksanaan ujian. Sudarto juga berpesan agar panitia melakukan tugas dengan sebaik-baiknya dalam penyelenggaraan ujian tersebut.
"Kami harap peserta bisa mengerjakan soal dengan baik. Begitupula untuk panitia agar bertugas dengan sebaik-baiknya agar kita bisa mendapatkan pegawai yang mempunyai kemampuan dan kredibilitas yang baik," katannya.
Sementara Kepala Bidang Data dan Formasi BKD Sulteng, Farid Rifai mengatakan jika testing kali ini setiap peserta itu berkesempatan mengisi lembar ujian di Kompter dikerjakan selama 90 menit, dengan jumlah pertanyaan 100 nomor.
Semua materi itu sudah tergabung antara lain TKP sebanyak 35 persen, TIU sebanyak 30 persen dan TWP sebanyak 30 Persen. Semua poin itu langsung dikerjakan dan hasilnya bisa langsung ditempel, untuk penilaiun dianggap lolos standar itu jika TKP mencapai nilai 126, TIU sebanyak 75 dan TWK sebanyak 70 dan totalnya diatas 271.
”Jadi bagi peserta ujian CPNS penasaran ingin melihat hasil ujiannya bisa langsung datang di tempat pelaksanaan ujian karena semua hasil ujian ditempel supaya semua peserta bisa menyaksikan hasil kerjanya selama mengikuti ujian, ”tuturnya.
Pelaksanaan ujian ini berlangsung selama tiga pekan mulai tanggal 20 Oktober sampai 8 November 2014 dibagi dalam tiga shift. Shift pertama dilaksanakan pukul 8.00 Wita, Shift kedua masuk jam 11. 00 wita dan shift 3 masuk pukul 14.00 wita dan selesai pukul 16.30 Wita.
“Jika ada yang terlambat maka dianggap gugur untuk shift pertama saja di SMA Negeri 1 ada dua orang yang absen, begitu juga di SMKN 3 sebanyak satu orang tak ikut. Kita anggap gugur dan tak ada pengulangan, ”imbuhnya.
Ketatnya penjagaan testing CPNS tesebut sehingga salah seorang peserta pun harus dibuka jilbabnya untuk memastikan jika di foto ditempel pada nomor ujian yang tertempel itu betul sesuai dengan wujud aslinya, sebab peserta tersebut mengenakan jilbab tapi di kertas ujian dan KTPnya tak menggunakan Jilbab. Otomatis pengawas pun harus memeriksanya dengan membuka jilbabnya.
“Ini untuk menghindari beberapa joki yang kerap terjadi pengalaman lalu,”ungkap salah seorang pengawas di SMA Negeri I, Agus. (Alfaira De Lucia/MS)
Tidak ada komentar: