16 Pemuda Diduga Pemicu Bentrokan di Donggala Ditangkap


Palu: Polres Donggala, Sulawesi Tengah, menangkap 16 orang yang diduga memicu bentrokan antarwarga di kabupaten tersebut. Belasan orang itu juga ikut dalam aksi pengeroyokan, pengrusakan, dan pembakaran rumah saat bentrokan terjadi.

"Mereka terdiri dari sembilan warga Desa Salumbona dan tujuh warga Desa Towale. Saat ini mereka masih dalam pemeriksaan. Selain mengamankan mereka, kami juga mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan saat bentrokan," terang Kasat Reskrim Polres Donggala, Iptu Junaidy Weken, Rabu (22/10/2014).

Dua di antara belasan warga itu ditetapkan sebagai tersangka kasus pengeroyokan. Yaitu AR (22) dan IR (38). Keduanya berasal dari Desa Towale.

"Sementara 14 warga lainnya yang tersisa kemungkinan juga akan segera ditetapkan sebagai tersangka, namun terkait pemicu, pengrusakan, dan pembakaran dua rumah di dua desa tersebut," ungkap Junaidy.

Polisi juga masih memburu para pelaku yang terlibat dalam bentrokan. Sementara situasi di lokasi bentrokan mulai kondusif. Polres Donggala menyiagakan satu SKK personelnya di perbatasan Desa Salubomba dan Towale.

Bentrokan terjadi selama dua hari mulai Senin (20/10/2014). Bentrokan fisik dipicu aksi pemuda Desa Salubomba memalak rokok dan uang kepada pemuda asal Desa Towale.

Pemuda dari Desa Towale tak memiliki rokok maupun uang. Akhirnya, ia dipukuli oleh sejumlah pemuda Desa Salubomba. Ternyata, aksi itu membesar menjadi bentrokan.

Puluhan pemuda dari desa bertetangga itu beradu fisik. Mereka saling serang dengan pelbagai senjata tajam. Dua rumah dirusak dan dibakar. Puluhan warga terluka. (Metronews.com)

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply