Yanto Baoli, Pemuda Mori Beragama Nasrani Yang Jatuh Hati Kepada PKS
Posted by PKS KABONENA on Selasa, 30 Desember 2014
PKS Sulteng - Berbagi cerita dengan sosok Yanto Baoli. Pria kelahiran Makassar, 39 tahun yang lalu ini adalah anggota legislatif Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk DPRD Kabupaten Morowali Utara yang baru dilantik 23 Desember 2014 lalu. Suami dari Marni dan ayah dari berturut-turut Balqis Dwi Fajar Baoli, Jagad Satria Baoli, juga Candra Wijaya Baoli memiliki kisah yang cukup unik, beliau yang bersuku mori beragama nasrani memilih PKS yang dikenal masyarakat partai berbasis islam sebagai partai politiknya untuk berkarya dan berkontribusi. Berikut ini kutipan wawancara sore kami dengan Bapak Yanto Baoli.
Pak Yanto, apa alasannya akhirnya memilih anggota dewan sebagai profesi?
Ya sebelumnya saya bisa dipanggil Udi, karena nama itu sudah akrab di telinga masyarakat khususnya warga Kolonodale. Sebelum menjadi anggota dewan saya pernah bekerja sebagai PANWAS Kecamatan, berturut-turut sebagai ketua PANWAS kecamatan Petasia sebanyak 4 kali sehingga dari situlah saya mulai ada ketertarikan dan juga pengalaman di dunia perpolitikan. Selain itu saya hobinya membantu masyarakat, dibenak saya agar maksimal membantu masyarakat itu bisa dengan manjadi wakil mereka di dewan. Prinsip saya wakil rakyat itu harus memiliki hati hamba bukan hati tuhan, ketika kita memahami bahwa kita seorang hamba, wakil rakyat-pesuruh rakyat. Saya sebagai wakil rakyat harus selalu siap, saya komitmen mau jam satu malampun atau jam dua malampun kalau ditelepon masyarakat saya pasti bangun dan bantu masyarakat.
Apa istimewanya PKS, kenapa memilih PKS sebagai partai politik?
Beberapa tahun sebelumnya saya sudah tertarik kepada partai yang bernama PKS, ada beberapa kriteria kenapa saya jatuh hati kepada PKS, menurut saya PKS adalah partai yang mandiri, kader-kadernya itu di mana-mana tidak tergantung kepada pemerintah, dan saya melihat dengan mata saya, PKS tidak pernah ada konflik internal seperti partai-partai lainnya, apakah itu dari partai nasionalis ataupun berbasis agama, kalau ada konflik internal sepertinya selalu mudah di atasi. Itulah yang membuat saya senang dan cinta dengan PKS. Karena alasan-alasan itu membuat saya suatu saat berdikusi dan berkomunikasi dengan bapak ustadz Lalo rekan kami di Kolonodale, saya coba dekati dan pak ustadz bilang “kalau mau ke PKS, kenapa tidak”, pada saat itu saya juga ditanya pak ustadz “Pak yanto kan PANWAS kenapa mau berpartai?” kata saya “Saya mau coba masuk berkompetisi ke legislatif lewat PKS”, terus ada lagi yang menarik di PKS itu, selama saya jadi ketua PANWAS, PKS tidak pernah membuat pelanggaran, khususnya yang ada di wilayah saya waktu itu, saya tidak tahu kalau di wilayah lain, berangkat dari itu saya menganggap partai ini sangat bagus.
Ketika memutuskan bergabung dengan PKS apa respon keluarga dan masyarakat?
Walaupun memang ada tantangan-tantangan terutama dari keluarga juga dari kaum hamba-hamba tuhan seperti pendeta yang menanyakan kenapa harus di PKS, ya saya jawab saja bahwa “Membangun bangsa dan negeri ini tidak bisa berdasarkan satu ideologi saja, menurut saya PKS sudah membuka ruang untuk itu, dulu kan namanya PK (Partai keadilan) sekarang Partai Keadilan Sejahtera artinya kita siapa saja bisa masuk ke situ”. Itulah menurut pemahaman saya, puji tuhan saya terpilih di PKS, dan saya merasa bangga karena seperti saya ini anak emas, artinya di PKS saya sangat diperhatikan seperti dibuat lain dari yang lain, saya sangat senang seperti ini.
Sekarang bapak sudah terpilih sebagai Anggota DPRD Kabupaten Morowali Utara, Bagaimana solusi yang bapak berikan untuk menghadapi permasalahan di sana?
Permasalahan di Morowali Utara itu cukup banyak dan kompleks, dengan adanya kami di dalam sebagai perwakilan rakyat kami ingin sekali mengurangi kesenjangan sosial, contohnya pembangunan jalan dan penerangan melalui lampu jalan harus merata tidak hanya di kota tapi juga di wilayah yang menjadi kantong-kantong produksi yaitu di desa-desa. Juga program-program lainnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat akan kami usulkan ke dinas terkait. Selain itu, masalah umat juga menjadi perhatian kami, tidak boleh sampai terjadi gesekan, setidaknya dengan adanya saya di dalam , jika ada masalah konflik agama saya bisa turun untuk membantu pemerintah, apalagi saya wakil rakyat akan bisa ikut menyelesaikan konflik-konflik kalau ada. Puji tuhan sampai sekarang belum ada konflik horizontal di kalangan masyarakat atau konflik umat di daerah kami.
Terkait masalah konflik umat beragama, bagaimana menurut bapak perkembangan toleransi umat beragama di Indonesia?
Untuk daerah saya sendiri di Morowali Utara toleransinya bagus sekali, dengan kemajemukan umat di sana tidak ada gesekan dan akur. Orang beribadah masing-masing saling menghargai, bahkan jika ada kegiatan saling membantu, misalnya di desa Korlaki yang mayoritas muslim ada gereja di situ terus ada perlombaan masyarakat muslim juga dilibatkan dan suasananya sangat harmonis, dan saya melihat bahwa secara nasional tidak ada juga gesekan-gesekan berarti yang timbul, adapun ada beberapa kasus yang ditimbulkan oleh kelompok kelompok radikal yang dilarang pemerintah, menurut saya itu adalah musuh kita bersama.
Apa harapan bapak kedepan, khususnya untuk Kabupaten Morowali Utara yang bapak wakili?
Harapan saya sebagai putra daerah berharap kabupaten Morowali Utara bisa lebih baik dan bahkan melampaui induk pemekarannya kabupaten Morowali. Dengan adanya potensi PAD besar dari pajak perusahaan-perusahaan asing yang masuk berinvestasi di morowali Utara bisa menunjang pembangunan. Paling tidak Morowali Utara harus bisa setara dengan kabupaten-kabupaten disekitarnya yang sudah lebih dulu ada.
Terakhir, apa pesan-pesan yang ingin bapak sampaikan kepada para generasi penerus yang juga bercita-cita untuk memajukan daerahnya?
Untuk pesan saya sampaikan, siapa saja bisa membangun daerahnya kalau punya motivasi tinggi. Baik itu yang mau terlibat di partai politik ataupun di luar partai. Marilah kita semua melihat daerah kita masing-masing, seperti kami ini di Morowali utara saya mengajak dan menghimbau seluruh putra daerah itu bisa menjadi contoh dan teladan untuk generasi kita berikutnya bersama-sama membangun daerah yang kita cintai, itu mungkin pesan-pesan kami.
Demikian petikan cerita pertemuan kami dengan Yanto Baoli, seorang pemuda suku mori beragama nasrani yang jatuh hati kepada PKS. (maman)
Sumber: pks-sulteng.org
PKS Sulteng - Berbagi cerita dengan sosok Yanto Baoli. Pria kelahiran Makassar, 39 tahun yang lalu ini adalah anggota legislatif Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk DPRD Kabupaten Morowali Utara yang baru dilantik 23 Desember 2014 lalu. Suami dari Marni dan ayah dari berturut-turut Balqis Dwi Fajar Baoli, Jagad Satria Baoli, juga Candra Wijaya Baoli memiliki kisah yang cukup unik, beliau yang bersuku mori beragama nasrani memilih PKS yang dikenal masyarakat partai berbasis islam sebagai partai politiknya untuk berkarya dan berkontribusi. Berikut ini kutipan wawancara sore kami dengan Bapak Yanto Baoli.
Pak Yanto, apa alasannya akhirnya memilih anggota dewan sebagai profesi?
Ya sebelumnya saya bisa dipanggil Udi, karena nama itu sudah akrab di telinga masyarakat khususnya warga Kolonodale. Sebelum menjadi anggota dewan saya pernah bekerja sebagai PANWAS Kecamatan, berturut-turut sebagai ketua PANWAS kecamatan Petasia sebanyak 4 kali sehingga dari situlah saya mulai ada ketertarikan dan juga pengalaman di dunia perpolitikan. Selain itu saya hobinya membantu masyarakat, dibenak saya agar maksimal membantu masyarakat itu bisa dengan manjadi wakil mereka di dewan. Prinsip saya wakil rakyat itu harus memiliki hati hamba bukan hati tuhan, ketika kita memahami bahwa kita seorang hamba, wakil rakyat-pesuruh rakyat. Saya sebagai wakil rakyat harus selalu siap, saya komitmen mau jam satu malampun atau jam dua malampun kalau ditelepon masyarakat saya pasti bangun dan bantu masyarakat.
Apa istimewanya PKS, kenapa memilih PKS sebagai partai politik?
Beberapa tahun sebelumnya saya sudah tertarik kepada partai yang bernama PKS, ada beberapa kriteria kenapa saya jatuh hati kepada PKS, menurut saya PKS adalah partai yang mandiri, kader-kadernya itu di mana-mana tidak tergantung kepada pemerintah, dan saya melihat dengan mata saya, PKS tidak pernah ada konflik internal seperti partai-partai lainnya, apakah itu dari partai nasionalis ataupun berbasis agama, kalau ada konflik internal sepertinya selalu mudah di atasi. Itulah yang membuat saya senang dan cinta dengan PKS. Karena alasan-alasan itu membuat saya suatu saat berdikusi dan berkomunikasi dengan bapak ustadz Lalo rekan kami di Kolonodale, saya coba dekati dan pak ustadz bilang “kalau mau ke PKS, kenapa tidak”, pada saat itu saya juga ditanya pak ustadz “Pak yanto kan PANWAS kenapa mau berpartai?” kata saya “Saya mau coba masuk berkompetisi ke legislatif lewat PKS”, terus ada lagi yang menarik di PKS itu, selama saya jadi ketua PANWAS, PKS tidak pernah membuat pelanggaran, khususnya yang ada di wilayah saya waktu itu, saya tidak tahu kalau di wilayah lain, berangkat dari itu saya menganggap partai ini sangat bagus.
Ketika memutuskan bergabung dengan PKS apa respon keluarga dan masyarakat?
Walaupun memang ada tantangan-tantangan terutama dari keluarga juga dari kaum hamba-hamba tuhan seperti pendeta yang menanyakan kenapa harus di PKS, ya saya jawab saja bahwa “Membangun bangsa dan negeri ini tidak bisa berdasarkan satu ideologi saja, menurut saya PKS sudah membuka ruang untuk itu, dulu kan namanya PK (Partai keadilan) sekarang Partai Keadilan Sejahtera artinya kita siapa saja bisa masuk ke situ”. Itulah menurut pemahaman saya, puji tuhan saya terpilih di PKS, dan saya merasa bangga karena seperti saya ini anak emas, artinya di PKS saya sangat diperhatikan seperti dibuat lain dari yang lain, saya sangat senang seperti ini.
Sekarang bapak sudah terpilih sebagai Anggota DPRD Kabupaten Morowali Utara, Bagaimana solusi yang bapak berikan untuk menghadapi permasalahan di sana?
Permasalahan di Morowali Utara itu cukup banyak dan kompleks, dengan adanya kami di dalam sebagai perwakilan rakyat kami ingin sekali mengurangi kesenjangan sosial, contohnya pembangunan jalan dan penerangan melalui lampu jalan harus merata tidak hanya di kota tapi juga di wilayah yang menjadi kantong-kantong produksi yaitu di desa-desa. Juga program-program lainnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat akan kami usulkan ke dinas terkait. Selain itu, masalah umat juga menjadi perhatian kami, tidak boleh sampai terjadi gesekan, setidaknya dengan adanya saya di dalam , jika ada masalah konflik agama saya bisa turun untuk membantu pemerintah, apalagi saya wakil rakyat akan bisa ikut menyelesaikan konflik-konflik kalau ada. Puji tuhan sampai sekarang belum ada konflik horizontal di kalangan masyarakat atau konflik umat di daerah kami.
Terkait masalah konflik umat beragama, bagaimana menurut bapak perkembangan toleransi umat beragama di Indonesia?
Untuk daerah saya sendiri di Morowali Utara toleransinya bagus sekali, dengan kemajemukan umat di sana tidak ada gesekan dan akur. Orang beribadah masing-masing saling menghargai, bahkan jika ada kegiatan saling membantu, misalnya di desa Korlaki yang mayoritas muslim ada gereja di situ terus ada perlombaan masyarakat muslim juga dilibatkan dan suasananya sangat harmonis, dan saya melihat bahwa secara nasional tidak ada juga gesekan-gesekan berarti yang timbul, adapun ada beberapa kasus yang ditimbulkan oleh kelompok kelompok radikal yang dilarang pemerintah, menurut saya itu adalah musuh kita bersama.
Apa harapan bapak kedepan, khususnya untuk Kabupaten Morowali Utara yang bapak wakili?
Harapan saya sebagai putra daerah berharap kabupaten Morowali Utara bisa lebih baik dan bahkan melampaui induk pemekarannya kabupaten Morowali. Dengan adanya potensi PAD besar dari pajak perusahaan-perusahaan asing yang masuk berinvestasi di morowali Utara bisa menunjang pembangunan. Paling tidak Morowali Utara harus bisa setara dengan kabupaten-kabupaten disekitarnya yang sudah lebih dulu ada.
Terakhir, apa pesan-pesan yang ingin bapak sampaikan kepada para generasi penerus yang juga bercita-cita untuk memajukan daerahnya?
Untuk pesan saya sampaikan, siapa saja bisa membangun daerahnya kalau punya motivasi tinggi. Baik itu yang mau terlibat di partai politik ataupun di luar partai. Marilah kita semua melihat daerah kita masing-masing, seperti kami ini di Morowali utara saya mengajak dan menghimbau seluruh putra daerah itu bisa menjadi contoh dan teladan untuk generasi kita berikutnya bersama-sama membangun daerah yang kita cintai, itu mungkin pesan-pesan kami.
Demikian petikan cerita pertemuan kami dengan Yanto Baoli, seorang pemuda suku mori beragama nasrani yang jatuh hati kepada PKS. (maman)
Sumber: pks-sulteng.org
Cepat Temukan Pesawat AirAsia QZ8501, DPR Apresiasi Basarnas
Posted by PKS KABONENA on
Jakarta (30/12) — Komisi V DPR RI mengapresiasi kinerja Badan SAR Nasional (Basarnas) yang cepat menemukan serpihan Pesawat AirAsia dan penumpang yang menjadi korban pesawat naas tersebut. Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPR, Yudi Widiana Adia, di Jakarta, Selasa (30/12).
“Kami mengapresiasi Basarnas yang cepat melakukan melakukan operasi pencarian Pesawat AirAsia ini sehingga bisa memberikan kepastian kepada keluarga korban,” kata Yudi, Selasa (30/12)
Seperti diketahui, pada hari ketiga operasi pencarian yang penyelamatan, Basarnas berhasil menemukan beberapa serpihan pesawat dan jenazah penumpang pesawat yang dinyatakan hilang pada Minggu (28/12) lalu.
Yudi juga menyampaikan simpati dan bela sungkawa kepada pihak keluarga penumpang Pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan Asia QZ 8501 jurusan Surabaya—Singapura itu.
“Kami turut berduka dan mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan menghadapi musibah ini,” ucap Yudi.
“Kami turut berduka dan mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan menghadapi musibah ini,” ucap Yudi.
Setelah proses pencarian serpihan pesawat dan evakuasi jenazah selesai dilakukan, Yudi berharap Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bisa segera melakukan investigasi penyebab terjadinya kecelakaan. Yudi juga meminta hasil investigasi bisa diumumkan kepada masyarakat.
“Setelah semua serpihan pesawat ditemukan termasuk black box, kami berharap KNKT bisa segera bekerja melakukan kegiatan investigasi, penelitian, penyelidikan lanjutan, dan memberikan laporan akhir serta rekomendasi dalam rangka mencegah terjadinya kecelakaan dengan penyebab yang sama. Sesuai dengan UU Penerbangan, hasil investigasi dapat diumumkan kepada masyarakat karena bersifat bukan rahasia,” ujar Yudi.
Yudi juga kembali mengingatkan kewajiban PT Indonesia AirAsia selaku perusahaan yang memberikan jasa angkutan udara untuk memenuhi kewajibannya membayarkan ganti rugi kepada keluarga penumpang.
“Kini operasi pencarian dan penyelamatan ini sudah membuahkan hasil, maka pihak Air Asia harus membayarkan ganti rugi sesuai Peraturan Menteri (PM) 77 tahun 2011 tentang tanggung jawab pengangkut angkutan udara,” pungkas legislator PKS dapil Jawa Barat IV yang meliputi Kabupaten Sukabumi, dan Kota Sukabumi itu.
Diketahui, sesuai dengan pasal 2 PM 77 tahun 2011, pengangkut yang mengoperasikan pesawat udara wajib bertanggung jawab atas kerugian terhadap penumpang yang meninggal dunia, cacat tetap atau luka-luka, hilang atau rusaknya bagasi kabin hilang, musnah, atau rusaknya bagasi tercatat dan sebagainya.
Adapun besaran ganti rugi terhadap penumpang yang meninggal dunia dan cacat tetap diberikan ganti rugi sebesar Rp 1.250.000.000,00 (satu miliar dua ratus lima puluh juta rupiah) per penumpang. Dan untuk penumpang yang mengalami luka-Iuka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit, klinik atau balai pengobatan sebagai pasien rawat inap dan/atau rawat jalan, akan diberikan ganti kerugian sebesar biaya perawatan yang nyata paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) per penumpang.
Sumber: pks.or.id
Ini Cerita Fahri Hamzah Tentang Relawan PKS di Longsor Banjarnegara
Posted by PKS KABONENA on Jumat, 19 Desember 2014
BANJARNEGARA, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah yang juga politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengisahkan kegiatan sosial yang dilakukan relawan PKS dalam menangani musibah longsor, Dusun Jemblung, Sampang, Karangkobar, Banjarnegara.
Melalui akun twitternya, @Fahrihamzah, pria dari Nusa Tenggara Barat (NTB) ini menceritakan kegigihan kader PKS dalam tanggap darurat bencana di Banjarnegara.
“Secara khusus saya ingin mengucapkan terima kasih kepada teman – teman relawanPKS, mereka yang punya semboyan #AYKTM apapun yang terjadi kami tetap melayani,” cuitnya.
Fahri pun memuji langkah Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang dinilai memiliki prinsip bagus. “Kata beliau siapapun mau jadi relawan dipersalahkan asalkan betul – betul bekerja.Beliau tentu melihat teman - teman #relawanPKS begitu antusias dan mereka tidak membawa bendera, mereka memakai baju mirip dengan tim relawan dan milik Pemerintah. Hanya ada lambang kecil,” paparnya.
Menurut Fahri, para relawan PKS tersebut sangat aktif, mulai pencarian korban, pemulasaraan, hingga pemakaman. Ia pun menilai dan melihat bahwa semakin "tidak mudah" pekerjaan itu semakin banyak #relawanPKS di dalamnya.
“Bayangkanlah bagaimana membungkus kembali mayat yg hancur? (Maaf ya). Saya tadi masuk ke kamar pemulasaraan (Sy batu dengar istilah ini). Saya bertanya kepada mereka (para Akhwat) "dengan agama apa mereka diselenggarakan?", "semua muslim Pak!",” ungkap Fahri.
Fahri pun menilai dan mengapresiasi kinerja relawan PKS yang melakukan pemulasaraan jenazah korban bencana longsor tersebut. “Jenazah perempuan ditangani oleh tim perempuan dan yang laki ditangani oleh tim lelaki. Terlihat oleh saya mereka akrab sekali dengan seluruh aparat sipil dan militer,” katanya.
Hal Ini, kata Fahri, tentu juga tidak lepas dari kemampuan pak gubernur dan Pak bupati membangun kebersamaan. “Saya mengikuti teman2 sampai di ujung, sempat mampir ke markas kecil mereka. Nampak sekali kesibukan mengelola tim dan partisipasi yang begitu banyak,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Fahri mengakui bahwa dirinya yang kader PKS dengan relawan PKS lainnya sangat terbiasa dengan menangani bencana, bahkan sejak kuliah.
“Padahal, pada hari bencana itu datang, tak sempat kita berpikir politik dan bendera. Kita digerakkan oleh penderitaan orang lain atas musibah yang sedang menimpa. Bayangkan, tiba2 dalam tempo hanya 5 menit. 17 hektar tanah bergerak sepanjang 1,5 km. Dan dibatas tanah itu ada sekitar 35 rumah dan bangunan lain termasuk masjid. Ada manusia yg sedang kondangan. Maka semua disampu bersih, terseret dan tertimbun dalam tanah lempung basah,” papar Fahri.
Saat itu, imbuh Fahri, hanya ada satu pikiran, selamatkan nyawa Sebanyaknya dan temukan yang hilang. “Tentu kami yakin bahwa "barang siapa yg menghilangkan kesusahan orang, Tuhan akan hilangkan kesusahannya,” tandasnya.
Fahri pun begitu mengingat kejadian Tsunami di Aceh dan para relawan PKS yang dipimpin langsung oleh Presiden PKS Tifatul Sembiring. Kala itu, kata Fahri, relawan PKS ikut mengangkut ratusan ribu nyawa yang seketika melayang. “Apapun hasil pemilu kami tak peduli.Maka, saya berharap semboyan #AYKTM tetap kita pegang erat. Mari kita tetap bekerja untuk kemanusiaan, ada atau tidak ada partai politik,” ungkapnya.
Fahri menjelaskan dalam agenda kemanusiaan, para relawan PKS mengutamakan kesigapan menangani bencana. “Kalau berpikir warna, hampir semua pejabat politik terpilih di Jawa tengah bukan PKS bahkan bukan KMP. Kami tak peduli. Keluasan politik memang bisa memberikan kursi, posisi dan pengaruh. Tapi pahala hanya datang dari Allah SWT. Manusia tidak punya kuasa,” kata Fahri.
Di akhir twitnya, Fahri meminta para relawan PKS untuk senantiasa menjaga keikhlasan dalam beramal. “Mari kita jaga keikhlasan kita. Mari kita luruskan niat kita. Semoga Allah memberi kita semua kebaikan. Selamat berjuang saudaraku...jadilah pejuang kemanusiaan dan rahmat sekalian alam,” pungkasnya.
Posted by PKS KABONENA on
Banjarnegara - Selain memiliki pemandangan alam yang indah, Indonesia juga menyimpan berbagai potensi bencana yang membahayakan. Bencana tanah longsor di Dusun Jemblung Desa Sampang Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara merupakan salah satu contoh yang terjadi.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fahri Hamzah mengatakan agar tidak terulang kejadian yang sama, sejak dari awal perlu adanya peringatan terhadap potensi bencana yang akan terjadi.
"Sekarang siapa yang bisa melacak tebing bergerak? Jutaan rakyat Indonesia di dasar tebing itu siapa yang melindungi? Dan, bagaimana mengetahui bahwa nyawa kita sedang terancam?" kata Fahri Hamzah saat meninjau lokasi tanah longsor Banjarnegara, Rabu (17/12).
Fahri menjelaskan setiap musim hujan seakan - akan malaikat maut sedang 'ngantor' disekitar lokasi potensi bencana. Menurutnya, hal seperti itu yang harus sesegera mungkin dihentikan. "Bagaimana cara menghentikannya? Pemerintah harus berani mengusulkan dana untuk sistem mitigasi bencana nasional yang komprehensif," tandas Fahri.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga mendesak pemerintah supaya mengusulkan anggaran di APBN Perubahan untuk satelit mitigasi bencana. Jadi, kata Fahri, ketika kita menggunakan satelit itu bisa mengetahui pergerakan tanah secara rutin. "Meskipun disitu tidak ada penduduk, kita tetap bisa memberikan peringatan," ungkapnya.
Fahri menambahkan bencana yang terjadi tidak bisa dibiarkan sebagai suatu rutinitas yang bisa diterima. Menurutnya harus ada upaya relokasi bagi warga terdampak bencana. "Kita minta perhutani yang memiliki begitu banyak tanah datar, bisa digunakan untuk merelokasi warga." kata Fahri.
Warga, lanjutnya, bisa diberikan tempat baru yang tidak jauh dari tempat tinggal awalnya. Sehingga tempat lama yang memiliki potensi ancaman bencana, bisa dimanfaatkan untuk hal lainnya seperti bercocok tanam. (pks.or.id)
Posted by PKS KABONENA on
BANJARNEGARA - Sepekan peristiwa longsor yang memporakporandakan ratusan rumah di Dusun Jemblung, Sampang, Karangkobar, relawan mulai memfokuskan penanganan bencana pada tahap pemulihan dan recovery pasca bencana. Meski masih ada aktivitas evakuasi korban, namun fokus utama yang akan dilakukan relawan mulai Kamis (18/12) adalah pemulihan pasca bencana.
Hal itu disampaikan salah satu relawan pemulasaraan jenazah, Pudjo Hardiansyah. Saat dikonfirmasi pewarta, Pudjo menyampaikan proses pemulasaraan jenazah akan segera dihentikan dan berganti fokus pada trauma healing, pembersihan tempat kejadian longsor, dan proses recovery bencana lainnya.
“Kenapa pemulasaraan jenazah dihentikan? Karena meski masih ada proses evakuasi, namun korban yang ditemukan tim sudah tidak berbentuk lagi karena terlalu lama tertimbun. Selain itu, berdasarkan diskusi dengan pihak terkait, tidak ada proses pemulasaraan jenazah lagi. Sehingga setelah evakuasi, korban langsung dimakamkan di pemakaman umum,” papar Pudjo.
Lebih lanjut, pria yang juga Anggota DPRD Kabupaten Banjarnegara dari Fraksi PKS ini menyampaikan, para relawan akan dikerahkan untuk proses trauma healing dan pemulihan area longsor.
“Sejak dua hari yang lalu, kami memulai aktivitas trauma healing untuk anak-anak korban longsor di Desa Ngaliyan. Mulai kemarin (Rabu, 17/12), tim gabungan juga sudah mulai membersihkan sungai dan pemulihan area longsor. Pemulihan tersebut adalah pembersihan lokasi, pembersihan dan melancarkan arus sungai, serta masih melanjutkan evakuasi yang dibantu ekskavator,” jelas Pudjo.
Sementara itu, berdasarkan data dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), hingga Rabu sore (17/12), korban yang berhasil ditemukan adalah 83 orang tewas, sedangkan korban yang masih dicari adalah 25 orang. (pks.or.id)
PKS Isyaratkan Tolak Perppu Pilkada
Posted by PKS KABONENA on Rabu, 03 Desember 2014
JAKARTA - PKS isyaratkan ikut jejak Partai Golkar menolak Perppu Pilkada disahkan jadi undang-undang. Partai Islam itu beranggapan, pemilihan kepala daerah secara langsung seperti yang diatur dalam perppu memiliki banyak dampak negatif.
Wasekjen PKS Fahri Hamzah mengatakan, PKS sebenarnya mengapresiasi perppu yang dikeluarkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu. Pasalnya, ada beberapa bagian dalam perppu tersebut yang dianggap berdampak positif bagi masyarakat.
"Ada juga bagian yang kita tidak (setuju). Tapi kan gak bisa terima atau tolak sebagian. Dan bisa saja, karena opsinya cuma menerima dan menolak akhirnya terpaksa menolak," kata Fahri di Gedung DPR, Rabu (3/12).
Namun, wakil ketua DPR itu mengakui, sampai sekarang PKS belum menentukan sikap resmi terkait Perppu Pilkada. Karenanya, masih terbuka kemungkinan PKS mendukung perppu.
Yang jelas, lanjut Fahri, PKS pasti akan terlibat aktif dalam proses pembahasan di DPR nanti. Pembahasan sendiri kemungkinan akan dilakukan pada bulan Januari 2015 mendatang.
"Ini masalah tidak sederhana, harus ada pembahasan. Proses politik di DPR tidak mungkin tidak ada evaluasi, mustahil. Harus ada pembahasan serius," pungkasnya. (dil/jpnn)