Tampilkan postingan dengan label Info Palu. Tampilkan semua postingan

Berita Foto | Anggota Legislatif PKS Palu Menyalurkan Bantuan Dana Bergulir


Palu. Program dana bergulir yang  dicanangkan oleh Anggota Legislatif DPRD Kota Palu dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) makin mendapatkan respon masyarakat.

Program ini dinilai sebagai upaya pengentasan kemiskinan. Dana bergulir ini pun dianggap program prorakyat kecil.

“Ini menyentuh langsung ke masyarakat. Tentu kami mendukung penuh program semacam ini,” kata Rusman Ramli, ST , yang juga ketua Fraksi PKS DPRD Palu, kemarin.

Memberikan bantuan modal usaha, terangnya, akan sangat membantu dalam mengembangkan usaha. “
Alhamdulillah sudah menunaikan Amanah "Berkhidmat Untuk Rakyat" penyaluran Bantuan Dana Bergulir untuk pelaku usaha kecil rumahtangga.. Beragam usaha yang menjadi aktivitas keseharian mereka,” ujarnya.

Sebelumnya, Rusman Ramli, menyebut dana bergulir tersebut diperuntukkan bagi usaha rumah tangga dan usaha kecil
diantaranya penjual gorengan, binte, kue kering, dll.. “Dana bergulir ini tidak berbunga, dan prosesnya tidak memberatkan,” ujarnya.

Program dana bergulir Rp 1 miliar per kelurahan milik pasangan Supomo Guntur-Kadir Halid (SuKa) makin mendapatkan respon masyarakat. Program ini dinilai sebagai upaya pengentasan kemiskinan. Dana bergulir ini pun dianggap program prorakyat kecil.
“Ini menyentuh langsung ke masyarakat. Tentu kami mendukung penuh program semacam ini,” kata Mina, salah seorang warga Parangtambung, kemarin.
Memberikan bantuan modal usaha, terangnya, akan sangat membantu dalam mengembangkan usaha. “Kalau bukan pemerintah, siapa lagi yang mau perhatikanki warga kecil kasian,” ujarnya.
Sebelumnya, Kadir Halid, menyebut dana bergulir tersebut diperuntukkan bagi usaha rumah tangga dan usaha kecil. “Dana bergulir ini tidak berbunga, dan prosesnya tidak memberatkan,” ujarnya.
- See more at: http://rakyatsulsel.com/program-dana-bergulir-suka-prorakyat.html#sthash.1RZEj3cm.dpuf
Program dana bergulir Rp 1 miliar per kelurahan milik pasangan Supomo Guntur-Kadir Halid (SuKa) makin mendapatkan respon masyarakat. Program ini dinilai sebagai upaya pengentasan kemiskinan. Dana bergulir ini pun dianggap program prorakyat kecil.
“Ini menyentuh langsung ke masyarakat. Tentu kami mendukung penuh program semacam ini,” kata Mina, salah seorang warga Parangtambung, kemarin.
Memberikan bantuan modal usaha, terangnya, akan sangat membantu dalam mengembangkan usaha. “Kalau bukan pemerintah, siapa lagi yang mau perhatikanki warga kecil kasian,” ujarnya.
Sebelumnya, Kadir Halid, menyebut dana bergulir tersebut diperuntukkan bagi usaha rumah tangga dan usaha kecil. “Dana bergulir ini tidak berbunga, dan prosesnya tidak memberatkan,” ujarnya.
- See more at: http://rakyatsulsel.com/program-dana-bergulir-suka-prorakyat.html#sthash.1RZEj3cm.dpuf
Program dana bergulir Rp 1 miliar per kelurahan milik pasangan Supomo Guntur-Kadir Halid (SuKa) makin mendapatkan respon masyarakat. Program ini dinilai sebagai upaya pengentasan kemiskinan. Dana bergulir ini pun dianggap program prorakyat kecil.
“Ini menyentuh langsung ke masyarakat. Tentu kami mendukung penuh program semacam ini,” kata Mina, salah seorang warga Parangtambung, kemarin.
Memberikan bantuan modal usaha, terangnya, akan sangat membantu dalam mengembangkan usaha. “Kalau bukan pemerintah, siapa lagi yang mau perhatikanki warga kecil kasian,” ujarnya.
Sebelumnya, Kadir Halid, menyebut dana bergulir tersebut diperuntukkan bagi usaha rumah tangga dan usaha kecil. “Dana bergulir ini tidak berbunga, dan prosesnya tidak memberatkan,” ujarnya.
- See more at: http://rakyatsulsel.com/program-dana-bergulir-suka-prorakyat.html#sthash.1RZEj3cm.dpuf
Program dana bergulir Rp 1 miliar per kelurahan milik pasangan Supomo Guntur-Kadir Halid (SuKa) makin mendapatkan respon masyarakat. Program ini dinilai sebagai upaya pengentasan kemiskinan. Dana bergulir ini pun dianggap program prorakyat kecil.
“Ini menyentuh langsung ke masyarakat. Tentu kami mendukung penuh program semacam ini,” kata Mina, salah seorang warga Parangtambung, kemarin.
Memberikan bantuan modal usaha, terangnya, akan sangat membantu dalam mengembangkan usaha. “Kalau bukan pemerintah, siapa lagi yang mau perhatikanki warga kecil kasian,” ujarnya.
Sebelumnya, Kadir Halid, menyebut dana bergulir tersebut diperuntukkan bagi usaha rumah tangga dan usaha kecil. “Dana bergulir ini tidak berbunga, dan prosesnya tidak memberatkan,” ujarnya.
- See more at: http://rakyatsulsel.com/program-dana-bergulir-suka-prorakyat.html#sthash.1RZEj3cm.dpuf




Berita Foto | Milad PKS ke 18, DPD PKS Banggai Laut Mengadakan Pengobatan Gratis

Santri Madinatul Ilmi Dolo Juara Lomba Kitab Kuning (BAWA PULANG UANG TUNAI 10 JUTA RUPIAH)


PALU –  Santri Pondok Pesantren Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo Kabupaten Sigi, Muhammad Andrian Pratama, berhasil menyabet juara 1 dalam Lomba Kitab Kuning yang digelar Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Sulawesi Tengah.  Dengan itu, Andrian membawa pulang hadiah uang tunai sebesar Rp10 juta rupiah.

Kegiatan Lomba Baca Kitab Kuning Fathul Mu’in ini digelar, di Masjid Alfirdaus, komplek Kantor PKS Sulteng, Jl. Sisinga Mangaraja, Sabtu hingga Ahad (16-17/4). 

Kepada Media Alkhairaat, Andrian mengaku tidak memiliki banyak persiapan saat mengikuti lomba. Dirinya bahkan baru sekali ini mengikuti lomba Kitab Kuning. Namun soal kitab kuning, memang sedikit banyak ia telah menguasainya cara membacanya berkat belajar di Ponpes Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo.

Ia mengaku, belajar pertama kali membaca Kitab Kuning tentunya dari para ustad di Madinatul Ilmi Dolo. Terutama, dari Ketua Utama Alkhairaat, Habib Sayyid Saggaf Bin Muhammad Aljufri.
“Untuk persiapan, banyak banyak membaca. Tentunya di sana banyak saingan yang berat-berat,” kata dia saat ditanya soal persiapan menghadapi perlombaan baca Kitab Kuning digelar PKS, pada 24 April mendatang di Jakarta.

Sementara itu, pemenang kedua dalam lomba Kitab Kuning ini adalah Nurul Ahmad Jailani dan pemenang ketiga adalah Muh. Khadirul Anam, dari Minbausshalihin. 

Selain itu ada pula pemenang harapan satu, yang dijuarai oleh Kasmir Abdullah juga dari Ponpes Madinatul Ilmi.  Selanjutnya pemenang harapan kedua adalah Sawid Alwi Alkaf dari Popes Raudhatul Mustafa Lilkhairat, dan menenag ketiga adalah Ma’ruf Amin juga dari Ponpes Raudhatul Mustafa Lilkhairat.

Adapun hadiah masing-masing pemenang adalah, juara I mendapatkan 10 juta rupiah, juara II mendapatkan 5 juta rupiah, juara III  Rp3 juta, harapan I Rp2 juta, harapan II Rp 1.500.000, dan harapan III Rp 1 juta. 

Pemenang pertama juga akan mewakili Sulteng ke tingkat Nasional. Juara pertama pada tingkat Nasional akan mendapat hadiah Umroh ke tanah suci Mekkah, sedangkan juara II dan III berturut-turut mendapatkan hadiah 20 juta rupiah dan 15 juta rupiah. Juri Nasional adalah K.H. Syuhada Syarkun, S.Ag, M.HI (Pesantren Salafiyah Tebuireng, Jombang, Jawa Timur); Dr. K.H. Ahzami Sami’un Jazuli, M.A. (Pengasuh Yayasan Pendidikan Darul Hikmah Jati Asih Bekasi, Jawa Barat); dan Dr. K.H. Muslih Abdul Karim, M.A. (Dewan Syariah Pusat PKS dan Pengasuh Pesantren Baitul Quran Depok, Jawa Barat). Sedangkan Juri Kehormatan, hadir Habib Dr. Salim Segaf Al-Jufri sebagai Ketua Majelis Syuro PKS. (YUSUF/NANANG)   

Dua Mesin PLTU Mpanau Batal Dioperasikan Gara-Gara Karyawan Mogok Kerja

pltu mpanau
PLTU Mpanau (foto: juanelektrountad.blogspot.com)
PALU – Dua unit mesin PLTU Mpanau yang sedianya dioperasikan untuk segera menyuplai listrik Kota Palu yang sudah “mati-mati ayam” batal dilakukan. Gara-garanya, sejumlah karyawan mogok kerja menuntut perbaikan kesejahteraan.

Artinya, pemadaman bergilir yang seharusnya tidak seintens dan seekstrim saat ini yang mencapai 12 jam sehari akan terus berlanjut hingga dua mesin yang sedang menjalani perbaikan rutin itu beroperasi.

“Rencananya hari ini (13/4/2016) 2 unit mesin tersebut sudah siap dioperasikan, tapi karena ada yang mogok dibatalkan,” kata Manager Office PLTU Mpanau Palu, Ir Parta Kusuma, Rabu (13/4/2016).
Walau begitu, aksi mogok kerja yang dilakukan oleh sejumlah karyawan itu dapat diatasi dengan memberi pemahaman tentang tuntutannya. ALhasil lanjutnya, beberapa karyawan bisa memahaminya dan beberapa di antaranya sudah mulai bekerja kembali.

Kalau katanya pekerjaan itu dapat dilaksanakan lebih cepat, maka pengoperasian satu unit mesin untuk menunjang suplai daya dapat segera tersalurkan.

“Kita berusaha keras, semoga satu unit mesin itu secepatnya bisa dioperasikan,” imbuh Patra.
Satu unit mesin lainnya lanjut Patra masih dalam proses sertifikasi, yaitu pengujian agar daya yang dihasilkan sesuai dengan yang disyaratkan oleh PLN. “Paling tidak kita butuh waktu hingga satu minggu untuk bisa mengoperasikannya,” jelasnya. (afd/beritapalu.com)

Juni Tarif Listrik akan Naik, Warga Palu Bereaksi

 tarif listrikJAKARTA – Pemerintah menerapkan kebijakan berbeda tentang harga bahan bakar minyak dan tarif listrik. Ketika harga BBM bakal bertahan hingga September, tak demikian dengan tarif listrik untuk pelanggan 900 VA.

Pemerintah memastikan kenaikan tarif listrik berlaku Juni mendatang atau beberapa hari sebelum puasa. Saat ini, pemerintah sudah memilah pelanggan PLN yang berhak mendapat subsidi dan tidak.
Karena itu, saat ini pemerintah sudah siap mengumumkan. Namun, pemerintah masih menunggu hasil pembahasan di sidang kabinet. “Apakah segera atau ditunda, tergantung situasi?” kata Menteri ESDM Sudirman Said, seperti dilansir jpnn.com.

Sebelumnya, pemerintah sudah menurunkan harga premium dan solar sebesar Rp 500 pada awal April lalu. Harga itu bahkan disebut-sebut tak akan berubah hingga akhir tahun mendatang.
Sementara itu, warga Palu yang mendengar rencana kenaikan tarif ini bereaksi keras. Betapa tidak, pelayanan yang diberikan PLN dinilai sangat mengecewakan, terutama dalam hal pemadaman bergilir yang dilakukan sejak sepekan terakhir.

“Tidak ada masalah kalau mau naik, tapi perbaiki dulu layanan. Jangan lebih banyak mati lampunya baru harga dinaikkan,” ujar Ibrahim, warga Palu Barat.

“Ini sangat tidak adil. Masak tarif mau dinaikkan padahal penyediaanya sangat jelek, tidak bagus dan megecewakan,” komentar Johannes yang juga warga Palu Barat.
“Macam-macam saja ini PLN. Lampu mati-hidup mati-hidup, eh ini mau naikkan tarif lagi,” ujar Rahmat kesal. (afd/jpnn/beritapalu.com)

Mulai Sabtu (9/4/2016), Palu mengalami Pamadaman Listrik 12 Jam Sehari

 Ilustrasi pemadaman listrikPALU – Siapkan genset atau sumber penerangan lainnya jika tidak ingin berlarut-larut dalam kegelapan. Mungkin saran itu cocok untuk mengatasi pemadalam listrik yang akan dilaksanakan oleh PLN Palu selama 12 jam sehari terhitung mulai Sabtu (9/4/2016).
Dikutip dari Antara, pemadaman yang cukup lama itu disebabkan karena PLN mengalami kekurangan sekitar 40 megawatt (MW) menyusul dilakukannya pemeliharaan dua unit mesin PLTU di Mpanau yang selama ini memasok sekitar 60 MW daya ke kelistrikan Palu.

“Tetapi pemadamannya tidak sekaligus 12 jam. Kita bagi empat pola setiap enam jam. Enam jam padam, enam jam menyala,” kata Manager PLN Area Palu Emir Muhaimin di acara Forum Group Diskusi ‘menyalakan harapan untuk Sulteng terang’ di Palu, Jumat (8/4/2016) seperti ditulis Antara.

Emir mengungkapakn, sebenarnya pihaknya sudah beberapa kali bermohon ke PLTU Mpanau agar menunda masa pemeliharaannya sejak Januari 2016 lalu karena banyak kegiatan nasional yang berlangsung di Palu secara berturut-turut.

Namun saat ini tidak bisa lagi menunda karena masa pemeliharaan kedua mesin dip LTU tersebut sudah lewat dan dikhawatirkan jika tertunda lagi akan berakibat fatal di masa mendatang. Yang pasti sebutnya, daya listrik di sistem Palu sudah defisit hingga 17 MW dari beban puncak sekitar 72,8 MW.

Emir memperkirakan kondisi tersebut berlangsung dalam beberapa hari mendatang dan kemungkinan baru akan normal pada akhir Mei, itupun jika semua potensi listrik yang ada termasuk dari PLTA Sulewana terpasok secara baik.

“Kita akan kembali pada posisi defisit 17 megawatt, setelah empat hari pembangkit unit 1 dan unit 2 kembali normal pada empat hari mendatang,” katanya ke Antara.
Kepala Bagian Pemeliharaan PLTU Mpanau Budi mengatakan dua pembangkit PLTU Mpanau akan memutus daya ke sistem PLN Palu karena tungku pemanas PLTU tersebut harus dibersihkan. “Kalau tidak nanti pipanya bisa meledak karena terlalu panas,” katanya.
Budi berharap masyarakat Kota Palu, Sigi dan Donggala dapat memahami kondisi tersebut daripada harus menanggung risiko besar yang menyebabkan pemadaman bisa berlangsung lebih parah dan lebih lama.

Budi menyebutkan, sambil melakukan pemeliharaan, pihaknya juga akan menyambungkan jaringan ke unit pembangkit baru 2×18 megawatt di unit III dan VI yang saat ini sedang dalam pembangunan. Ia menargetkan dalam waktu empat hari pemeliharaan sudah selesai, namun belum bisa dijamin pembangkit unit III dan IV langsung bisa beroperasi karena harus menunggu sertifikasi dulu baru bisa kita operasikan. (Antara/beritapalu)

MUI Palu Larang Keras Pamer Aurat di Facebook

IlustrasiUntuk kesekian kalinya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Palu, Sulawesi Tengah melarang keras  perempuan yang beragama Islam memajang foto-foto pribadinya atau dengan teman-temannya yang memperlihatkan auratnya. 

“Apalagi mengupload foto-foto yang bernuansa negatif atau menggairahkan orang lain sehingga mendapat perhatian dari banyak orang utamanya kaum adam,” tegas Ketua MUI Kota Palu, Prof. Dr. H. Zainal Abidin, M.Ag, di Palu, Senin (4/4/2016).

Pakar pemikiran Islam modern ini mengaku bahwa banyak perempuan Islam yang belum berkeluarga di memajang atau mengupload foto mereka yang memperlihatkan aurat di akun facebooknya.
Anehnya lanjutnya, tindakan itu saat di komentari oleh para pria dewasa dan remaja dengan segala macam komentar, malah berterimah kasih dengan ucapan yang diberikan.

“Ini kan aneh, memajang foto di facebook yang mempertontonkan aurat, ketika di komentari oleh para pria dengan sebutan ‘seksi’ perempuan tersebut malah mengucapkan terimah kasih,” ujarnya.
Padahal menurutnya, perempuan tersebut tidak menyadari bahwa dirinya telanjang mempertontonkan auratnya kepada kaum adam lewat dunia maya yang dapat dilihat oleh seluruh umat manusia di dunia.

Ironisnya katanya, perilaku tersebut tidak hanya dilakukan oleh perempuan Islam yang belum menikah atau yang duduk di bangku kuliah dan SMA, SMP, tetapi juga oleh sebahagian wanita Islam yang sudah berkeluarga yang memiliki anak dua bahkan tiga orang.

“Ibu-ibu juga ikut memajang foto-foto mereka di akun facebook mereka masing-masing, kebanyakan foto yang diupload oleh mereka agar di puji atau dilihat oleh orang banyak,” sebutnya.
Dia mengutarakan perempuan yang sudah berkeluarga bergaya atau berdandang cukup hanya untuk diperlihatkan kepada suami, bukan untuk di perlihatkan kepada orang banyak untuk di perhatikan lewat facebook dan lainnya di dunia maya.

Selain berdosa ketika memamerkan aurat, mengupload foto ke facebook dengan tujuan meraih perhatian dan pujian merukapakan perilaku untuk merusak keharmonisan rumah tangga.
“Memamerkan aurat didunia nyata atau dunia maya haram hukumnya. Bagi mereka para wanita yang telah berkeluarga janganlah membuat sensasi untuk mencari perhatian yang dapak merusak rumah tanggamu sendiri,” sarannya. (mat/*)

Sumber: beritapalu.com