Erdogan Ajak Negara OKI Bentuk Badan Internasional Anti Terorisme
Posted by PKS KABONENA on Jumat, 15 April 2016
Dilansir dari ABC news, dalam KTT ke 13 OKI di Istanbul, Erdogan menekankan bahwa terorisme saat ini adalah musuh bersama umat muslim. Agar lebih efektif memerangi terorisme, dia mendesak pemimpin negara muslim untuk mengatasi masalah keamanan dan keuangan.
Dia berharap inisiatif Arab Saudi membuat aliansi Islam melawan terorisme dapat menjadi badan efektif untuk melawan terorisme. "Daripada menunggu kekuatan lain ikut campur menangnai teror dan krisi lain di negara-negara muslim, kita harus memiliki solusi tersendiri," jelas dia, Kamis (14/4).
Erdogan telah mengumumkan usulan tersebut telah disetujui oleh 57 negara anggota. Dia mencatat sebagain besar korban terorisme adalah muslim dan mereka mempertaruhkan hidup untuk menyelematkan diri ke wilayah Eropa.
Dalam KTT OKI tersebut isu utama yang dibahas terkait peranan OKI dalam memerangi terorisme dan mengatasi krisis migran. Selain itu konflik Suriah juga akan dibahas dalam konferensi tersebut. (republika.co.id)
Erdogan Meresmikan Masjid Agung Pertama Di Amerika Dan 100% Didanai Turki
Posted by PKS KABONENA on Senin, 04 April 2016
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan meresmikan Islamic Centers pertama di wilayah Maryland-Amerika dengan pendanaan 100% dari Turki. Seperti dilansir oleh turkpress.co, Sabtu (02/04).
Di dalam kompleks Islamic Centers ini terdapat gedung pusat budaya dan ruang auditorium megah dan perumahan tradisional Turki, dan Masjid Agung yang sangat megah.
Khusus Untuk Masjid, dibangun diatas lahan seluas 1.879 M persegi dan dengan model arsitektir khas Imperium Islam Otoman abad 16 dengan dua menara kembar dan mampu menampung 3000 orang untuk solat berjamaah secara serentak.
Sedangkan Gedung Pusat Budaya yang terdapat di dalam komplek Islamic Centers ini dibangun dengan model khas arsitektur Imperium Islam Seljuq abad ke 11, yang terdiri dari ruang perpustakaan, ruang konferensi, ruang-ruang pameran, ruang-ruang meeting, dan ruang khusus untuk penyambutan para tamu. [Kivlein Muhammad/portalpiyungan]
Alhamdulillah.. Rumah Sakit Indonesia Resmi Dibuka di Jalur Gaza
Posted by PKS KABONENA on Selasa, 29 Desember 2015
GAZA – Kementerian Kesehatan Palestina pada Ahad (27/12/2015) membuka rumah sakit yang didanai Indonesia untuk melayani penduduk di utara Gaza.
Rumah sakit tua yang berada di daerah tersebut, rumah sakit Kamal Adwan, telah ditutup untuk renovasi dan pemeliharaan.
Rumah sakit baru yang dibangun oleh Indonesia, berisi 110 tempat tidur, termasuk 10 untuk kasus perawatan intensif.
“Rumah sakit Indonesia merupakan tambahan fasilitas kesehatan yang penting, dengan fasilitas medis berkualitas tinggi untuk melayani
penduduk di utara Gaza,” ujar juru bicara kementerian kesehatan, Dr. Ashraf Al-Qudra mengatakan kepada Qudra Press seperti dilansir MEMO pada Senin (28/12).
Dia menambahkan bahwa rumah sakit tersebut menyediakan layanan perawatan medis khusus di bidang penyakit dalam, operasi bedah dan ortopedi.
Al-Qudra juga menjelaskan bahwa rumah sakit Indonesia memiliki CT scan yang paling maju di Gaza yang tidak dimiliki rumah sakit lain dan terdapat empat ruang operasi selain unit perawatan intensif, dokter dan perawat yang berkualitas.
Dia menyatakan optimisme tentang kemampuan rumah sakit yang akan membawa pergeseran yang signifikan dalam pelayanan medis di Gaza.
Kementerian akan merenovasi Rumah Sakit Kamal Adwan untuk meningkatkan kualitas layanannya. Sementara rumah sakit tersebut direnovasi, pelayanan medis bagi anak-anak akan dilakukan di rumah sakit lainnya di Gaza, yaitu di rumah sakit Al-Nasr, Al-Durra, Bait Hanoun dan Balsam.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh penduduk yang menerima pelayanan medis di rumah sakit Kamal Adwan bisa melanjutkannya di rumah sakit baru Indonesia.
Sumber: arrahmah.com
DPR Dukung Hamas Buka Kantor di Jakarta, Pemerintah Jokowi Menolak
Posted by PKS KABONENA on Selasa, 02 Desember 2014
Hal senada di sampaikan Komisi I DPR menyambut baik rencana Hamas tersebut untuk mendirikan kantor perwakilannya di Jakarta, sebagai bagian upaya mewujudkan kemerdekaan penuh Palestina.
“Hamas yang mengusulkan agar pemerintah Indonesia memfasilitasi pembukaan kantor di Jakarta dalam bentuk kantor pusat kebudayaan Palestina harus dilihat secara positif,” kata Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq di Jakarta, Sabtu (29/11).
Berbeda dengan DPR, Pemerintahan Jokowi JK memberikan penolakanya apabila Hamas membuka kantor di Jakarta. Melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Lestari Priansari Marsudi menyatakan menolak dan tidak setuju atas permintaan pembukaan kantor perwakilan kelompok perlawanan Islam Hamas Palestina di Jakarta.
Retno beralasan, karena sudah ada Kedutaan Palestina di Jakarta. “Kan Palestina sudah punya kedutaan di Jakarta,” ujar Retno seusai upacara Korpri di Monas, Jakarta, pada Senin (1/12/2014).
Penolakan pemerintah Jokowi JK terlihat sangat aneh bertolak belakang dengan janji Jokowi saat debat capres yang akan memperjuangkan Kemerdekaan Palestina. Sebagaimana diketahui bersama bahwa HAMAS merupakan memiliki peran utama dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina dari Penjajah Zionis Israel.
Beberapa negara sudah membuka kantor pewakilan Hamas seperti Rusia, Jerman, Lebanon, Qatar, Pakistan, beberapa negara di Afrika dan Malaysia.[islamedia]
Rencana Israel Hancurkan Al Aqsa, Ini Kata Alquran
Posted by PKS KABONENA on Minggu, 16 November 2014
Menurut surat Al Isra telah dijelaskan bahwa bangsa Yahudi akan melakukan kejahatan di dunia. "Dan telah kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan besar," (QS Al Israa'17:4-8).
Selain itu, dalam surat tersebut dijelaskan bahwa suatu saat nanti, Allah SWT akan menurunkan kuasa-Nya untuk memerintahkan hamba-hamba yang memiliki kekuatan luar biasa untuk mengalahkan mereka.
"Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, kami datangkan kepadamu hamba-hamba kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka akan merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan pasti akan terlaksana."
Sumber: ROL
Parlemen Prancis akan Akui Palestina Sebagai Sebuah Negara
Posted by PKS KABONENA on Kamis, 13 November 2014
Muslim Dunia Harus Bersatu Akhiri Penodaan Israel di Al-Aqsa
Posted by PKS KABONENA on Jumat, 07 November 2014
![]() |
| Masjid Al-Aqsa |
Yordania: Israel Buat Geram Umat Muslim Dunia
Posted by PKS KABONENA on Kamis, 06 November 2014
"Pelanggaran ini membuat emosi dan kesal 1,5 miliar umat Islam di seluruh dunia," ujarnya menjelang pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry di Paris, seperti dilansir MaanNews, Kamis (6/11). "Israel harus menghormati kesucian tempat-tempat suci," tegasnya.
Yordania sendiri telah menarik pulang Duta Besarnya dari Israel menyusul bentrokan Kepolisian Israel dengan warga Palestina di sekitar Kompleks Masjid Al-Aqsa. Menghadapi permasalahan ini, Yordania akan mengadukan kepada
Raja Abdullah II berjanji akan terus menentang setiap upaya Israel yang hendak mengubah status tempat suci umat Islam tersebut di Yerusalem. Gelombang protes akan kebijakan Isarel juga disuarakan Ikhwanul Muslimin di Yordania yang rencananya akan mengadakan protes massa di Amman.
Erdogan: Barat Selalu Memakai Standar Ganda
Posted by PKS KABONENA on Rabu, 05 November 2014
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/11/04/59442/erdogan-barat-selalu-memakai-standar-ganda/#ixzz3I8le1GCc
Poliklinik ‘Indonesia Ikhlas’ di Gaza Diresmikan Dr. Musa Abu Marzuq
Posted by PKS KABONENA on Selasa, 04 November 2014
Ahad lalu, Wakil Kepala Biro Politik Hamas (Harakah Muqawamah Al-Islamiyah) Dr Musa Abu Marzuq meresmikan Poliklinik Indonesia Ikhlas. Ini merupakan proyek yang 100% didanai masyarakat Indonesia, dengan izin Allah.
Indonesia Sumbang 200 Unit Karavan untuk Gaza
Posted by PKS KABONENA on Minggu, 02 November 2014
AS Saja Lindungi Penggunaan Jilbab, Bagaimana Polri?
Posted by PKS KABONENA on Jumat, 31 Oktober 2014
Kondisi ini berbeda dengan di Amerika Serikat (AS). Meski Muslim menjadi minoritas, praktik berjilbab dan berjenggot adalah pilihan yang dilindungi. Termasuk bagi para tentara dan polisi Muslimah yang memutuskan untuk berjilbab.
Utusan Khusus Menteri Luar Negeri Amerika Serikat untuk Komunitas Islam Shaarik Zafar mengungkapkan, negaranya sangat menghormati penggunaan atribut agama. Menurutnya, hal tersebut menjadi bagian dari kebebasan beragama. "Konstitusi Amerika menjamin hal itu,"ujarnya dalam wawancara eksklusif dengan Republika di Jakarta, Rabu (29/10).
Shaarik pun membeberkan sejumlah contoh di mana ia terlibat dalam aksi pembelaan terhadap Muslim yang mengalami diskriminasi. Ketika bekerja di Departemen Kehakiman, kata dia, ada seorang pelajar muslim yang menggunakan jilbab lantas mengalami diskriminasi dalam bentuk tidak diperbolehkan berangkat ke sekolah sebelum melepas jilbab. “Sekolah itu kita gugat, sampai akhirnya ia diperbolehkan berjilbab ke sekolah,” ujarnya.
Ia juga pernah melakukan gugatan terhadap sebuah perusahaan di New York yang tidak mengizinkan Muslim naik kereta. Gugatannya pun dimenangkan sehingga diskriminasi terhadap Muslim kembali gagal.Pada intinya, Amerika tidak seperti negara lain yang sengaja atau tidak, masih melakukan diskriminasi.
Saat masih berkampanye, Presiden Joko Widodo belum memiliki sikap tegas terhadap aspirasi polwan Muslimah yang ingin mengenakan jilbab saat berdinas. Jokowi justru melempar aspirasi tersebut kepada Kapolri. "Nanti tanya Kapolri," kata Jokowi kepada wartawan di Tasikmalaya, Kamis (12/6).
Jokowi beralasan izin polwan mengenakan jilbab merupakan urusan teknis. Sehingga kewenangannya ada di bawah Kapolri. "Itu (presiden) top level bukan urus hal teknis," ujarnya. Jokowi menolak menjawab saat didesak pandangannya bahwa keinginan polwan berjilbab bagian dari pluralisme.
"Nanti...nanti. Saya kok suka ditanya urusan kepala dinas waktu gubernur," kata Jokowi. Persoalan jilbab di kalangan polwan belum tuntas hingga saat ini. Meski Kapolri sebelumnya Jendral Timur Pradopo secara eksplisit sudah menyetujui legalitas polwan untuk berjilbab, namun keputusan tersebut kembali mentah saat hendak dilaksanakan.
PBB Kecam Israel
Posted by PKS KABONENA on Kamis, 30 Oktober 2014
GENEWA -- Israel menghadapi kecaman pasca pengumuman Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terkait percepatan pembangunan permukiman Yahudi di Yerusalem Timur. Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan darurat membahas perihal tersebut.
Ketua politik PBB, Jeffrey Feltman mengatakan permukiman tersebut akan meningkatkan keraguan dalam penyelesaian pembicaraan damai dengan Palestina. Permukiman Yahudi telah menjadi isu paling rapuh antara Israel dan Palestina.
Feltman mengatakan Israel telah melanggar hukum internasional ketika bermukim di teritorial Palestina. Wakil Palestina di PBB Riyad Mansour mengatakan adanya permukiman Yahudi di tanah mereka mengikis masa depan negara Palestina.
"Setiap hari teritorial dan integritas negara kita sedang terpecah-pecah dan dirusak oleh tindakan ilegal seperti ini. Hal ini serius mengurangi kelangsungan hidup solusi dua negara," katanya.
Mansour mengatakan Yerusalem berada dalam pengepungan. Provokasi Israel di Al Aqsa dan Dome of the Rock juga sangat mengancam kekerasan lebih lanjut.
Sementara Duta besar Israel Ron Prosor mengatakan warga Palestina melakukan propaganda setengah mitos dan setengah kebohongan. ‘’Aku di sini menyampaikan satu kebenaran yang sederhana. Orang Israel tidak menjajah dan bukan pemukim. Israel adalah rumah kami dan Yerusalem adalah ibu kota abadi kami,’’ kata dia sambil mengangkat alkitab, dikutipBBC.
Ia mengatakan masyarakat internasional marah ketika orang-orang Yahudi membangun rumah di Yerusalem tetapi tidak mengatakan apa-apa ketika orang-orang Yahudi yang dibunuh. "Kemunafikan ini mengerikan," tambahnya.
Sekutu Israel, AS mengaku sangat memperhatikan rencana tersebut. Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan hubungan dekat Israel dan AS tidak akan memperbesar perbedaan. "Nyatanya AS tegas jika aktifitas kependudukan itu ilegal. AS hanya mendukung rencana yang memuluskan jalan pembicaraan damai dan pencapaian solusi,' kata dia.
Pejabat Gedung Putih lain mengatakan pada BBC Neyanyahu sangat frustasi dengan tekanan global. Namun ia mengatakan akan melanjutkan proyek tersebut. Haaretz melaporkan rencana tersebut telah ada sejak beberapa tahun lalu.
Kependudukan Israel di tepi barat dan Yerusalem timur dianggap ilegal oleh hukum internasional. Aneksasi Israel terhadap wilayah itu dilakukan pada 1980 dan itu tidak akui oleh internasional. Sejak berakhirnya perang di Gaza pada bulan Agustus, ketegangan terus meningkat di bagian timur.
Bentrokan terjadi hampir setiap malam antara pasukan keamanan Israel dan demonstran Palestina yang melemparkan batu dan bom bensin. Penyebab utama kemarahan Palestina adalah meningkatnya jumlah kunjungan orang Yahudi Ortodoks, termasuk beberapa politisi, untuk berdoa di Masjid al-Aqsa, situs paling suci ketiga dalam Islam.
Netanyahu telah berjanji berulang kali bahwa "status quo" yang mengatur tempat tersuci Yerusalem tidak akan berubah, meskipun bujukan itu belum memadamkan ketakutan Palestina. (Republika.co.id),
Duta Besar Turki: Turki Akan Bantu Kembangkan Teknologi Indonesia
Posted by PKS KABONENA on
”Bentuk kerjasama kami dengan Indonesia, bukan berbentuk jual beli barang, tapi bentuk kerjasama yang kami lakukan adalah kerjasama di bidang teknologi,” ucap Akcam.
Dalam perayaan Hari Nasional Turki, di salah satu hotel di Jakarta pada Kamis (29/10/2014), Ekcam menyatakan, bahwa Turki bukan hanya ingin bekerjasama, tapi juga ingin membantu mengembangkan teknologi di Indonesia.
”Contohnya seperti mengembangkan teknologi militer, kami juga memiliki kerjasama dengan perusahaan elektronik, sehingga kami juga bisa turut mengembang industri di Indonesia,” imbuh dia seperti dilansir Sindo.
Dalam perayaan Hari Kemerdekaan ke-31 Turki itu, turut hadir oleh beberapa duta besar negara sahabat dan beberapa pejabat tinggi Indonesia. Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti juga tampak hadir. (ri)
Survei: Seperempat Warga Australia Pandang Negatif Islam
Posted by PKS KABONENA on
"Apa yang kami temukan, pandangan negatif terhadap umat Islam lima kali lebih tinggi ketimbang pandangan negatif terhadap umat Kristen atau Buddha. Sehingga ada cukup masalah signifikan di sana," ungkap Profesor Andrew Markus, Peneliti dari MOnash University seperti dilansir ABC News, Kamis (30/10).
Markus mengatakan, dari periode ketegangan yang terjadi belakangan ini pandangan negatif itu semakin menjadi."Mereka (warga Australia) menganggu orang di jalan dan sebagainya. Jadi, apa yang kita dapatkan ini mungkin proporsi yang sangat kecil dari efek pandangan negatif tersebut," ucapnya.
Dari survei yang melibatkan 2.596 orang selama periode Juni-Juli tersebut menyebutkan, individu berusia di atas 65 tahun dan individu berpendidikan yang berusia 11 tahun cenderung tidak toleran terhadap Muslim. Berbeda dengan mereka yang berusia 18-44 tahun. Mereka cenderung toleran.
Survei itu juga menyebut, penduduk muda dari negara bagian Victoria cenderung toleran terhadap umat Islam. Namun, hal itu tidak juga menurunkan angka insiden Islamofobia. "Kami telah melihat ada peningkatan jumlah laporan dari kalangan Muslimah," ungkap Asisten Komisaris, Andrew Crisp.
Secara terpisah, Silma Irham dari Asosiasi Muslimah Australia mengaku tidak terkejut dengan hasil survei tersebut. "Ada begitu banyak informasi negatif tentang Islam baik dari media, dan pemerintah," kata dia.
Menurutnya, hal itu mungkin berubah apabila pemerintah federal mengubah retorita negatif tentang Islam. "Itulah sumber masalah. Komunitas Muslim memang minoritas. Tapi Anda tahu, kami sebagian besar merupakan kelahiran Australia," tegasnya. (REPUBLIKA.CO.ID,)
Palestina itu Urusan Akidah, Bukan Sekadar Urusan Kemanusiaan
Posted by PKS KABONENA on Selasa, 28 Oktober 2014
Acara ini diakhiri dengan penggalangan dana untuk Bangsa Palestina. Semoga Allah menolong mujahid-mujahid di Palestina.
Belajar dari "Kekalahan" Hizb An-Nadhah (Partai IM) Tunisia
Posted by PKS KABONENA on
![]() |
| Rached Ghannouchi, leader of the Islamist Ennahda party, voted with his family (26/10/2014) -Reuters- |
CNN memberitakan, pemilu anggota parlemen Tunisia telah berlangsung 26 Oktober 2014 kemarin. Kendati KPU Tunisia belum merilis hasil resmi, namun nampaknya Partai Nida Tunisia (Sekuler) mampu mengungguli Partai An-Nahdhah (Ikhwanul Muslimin) yang kini berkuasa dengan 85 kursi vs 69 kursi di parlemen yang berjumlah 217 kursi. Disusul peringkat ketiga Partai Front Rakyat 12 kursi, Partai Persatuan Nasional 17 kursi, Partai Afaq Tunisia 9 kursi, dan sisanya dimenangkan partai gurem.
Kegagalan Partai An-Nahdhah ditenggarai bagian dari strategi An-Nahdhah. Terutama setelah Partai An-Nahdhah 4 tahun berkuasa pasca reformasi melengserkan rezim Ben Ali (penguasa diktator 21 tahun Tunisia). An-Nahdhah menjadi sorotan dan target penghancuran seperti IM di Mesir dan FIS di Aljazair. An-Nahdhah menjadi sasaran kaum sekuler-liberal, Islamphobia, kelompok Sosialis yang didukung badan intelejen negara-negara Sekuler-Liberal-Salibis-Zionis. Dimana An-Nahdhah diisukan akan melakukan Islamisasi. Namun di sisi lain, An-Nahdhah juga diserang kelompok Salafy dan HT Tunisia yang konsisten menuduh An-Nahdhah tidak ada niat menerapkan syariat Islam.
Di titik ini, Rasyid Ghannouchi pemimpin An-Nahdhah nampaknya sangat matang berpolitik. Ia memilih kalah untuk menang, dengan tidak memaksakan diri untuk langsung menjadi pemenang di Pemilu 2014 dan memilih menjadi nomor 2. Kecerdasan Ghannouchi nampak sebagai berikut:
1. Dengan kemenangan tipis partai Nida Tunisia yang sekuler, An-Nahdhah tetap menjadi primadona karena segala keputusan Nida Tunisia tidak akan tercapai tanpa meminta pendapat An-Nahdhah.
(Diberitakan Reuters, Lotfi Zitoun seorang pejabat senior An-Nahdhah telah mengakui kemenangan Partai Nidaa Tunisia. "Kami telah menerima hasil ini, dan mengucapkan selamat kepada pemenang Partai Nidaa Tunisia," ujar Lotfi Zitoun, kepada Reuters.)
2. Kemenangan partai sekuler membuat An-Nahdhah tidak lagi menjadi sorotan kalangan Salibis-Zionis dan HT-Salafy. Mengingat kondisi politik Timur Tengah yang saat ini sangat membenci Ikhwanul Muslimin dan organisasi se-fikroh.
3. Kekalahan An-Nahdhah memupus rencana dan konspirasi kudeta ala As-Sisi di Mesir. Sebab aktor-aktor kudeta justru kembali berkuasa dan memegang kendali jabatan publik. Tentu menghindari perang sipil dan konflik berdarah seperti di Mesir dan Aljazair.
4. Menepis tuduhan bahwa An-Nahdhah haus kekuasaan, seperti tuduhan terhadap Ikhwanul Muslimin dan Presiden Mursi yang kerap menjadi korban bully dan propaganda fitnah media.
5. Dengan tidak menjadi sorotan, An-Nahdhah memiliki peluang untuk memperkuat basis internal, meraih dukungan publik lebih luas, dan mempersiapkan diri saat partai Nida gagal mengelola pemerintahan.
Nampaknya kekalahan An-Nahdhah dan sikap dewasanya, sangat baik untuk dijadikan pelajaran bagi PKS di Indonesia. Konsisten berada di luar kekuasaan era Jokowi-JK, memperkuat kaderisasi internal, memperluas ekspansi keluar, mempersiapkan SDM handal, dan menguasai media. (piyungan)
(Nandang Burhanudin)
Turki dan Referensi Baru Kekuatan Islam (1)
Posted by PKS KABONENA on Senin, 27 Oktober 2014
Akhmad Rofii Damyati adalah Ketua STIU Al-Mujtama’ Pamekasan, kandidat Doktor bidang Filsafat Islam pada Süleyman Demirel Üniversitesi, Turki
Arya Sandhiyudha AS, Ketua PPI Turki, penulis buku “Inspirasi Turki: Renovasi Negeri Madani”, kandidat Doktor bid. Hub. Internasional dari FATIH University, Turki









