Tampilkan postingan dengan label Info Islam. Tampilkan semua postingan

Erdogan Ajak Negara OKI Bentuk Badan Internasional Anti Terorisme

  Presiden Turki Recep Tayyip ErdoganISTANBUL --  Negara-negara Islam yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) sepakat membentuk badan internasional anti terorisme yang berbasis di Turki. Dalam KTT OKI, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga mendesak seluruh pemimpin negara OKI untuk memeriksa akar masalah terjadinya krisis migran.

Dilansir dari ABC news, dalam KTT ke 13 OKI di Istanbul, Erdogan menekankan bahwa terorisme saat ini adalah musuh bersama umat muslim. Agar lebih efektif memerangi terorisme, dia mendesak pemimpin negara muslim untuk mengatasi masalah keamanan dan keuangan.

Dia berharap inisiatif Arab Saudi membuat aliansi Islam melawan terorisme dapat menjadi badan efektif untuk melawan terorisme. "Daripada menunggu kekuatan lain ikut campur menangnai teror dan krisi lain di negara-negara muslim, kita harus memiliki solusi tersendiri," jelas dia, Kamis (14/4).

Erdogan telah mengumumkan usulan tersebut telah disetujui oleh 57 negara anggota. Dia mencatat sebagain besar korban terorisme adalah muslim dan mereka mempertaruhkan hidup untuk menyelematkan diri ke wilayah Eropa.

Dalam KTT OKI tersebut isu utama yang dibahas terkait peranan OKI dalam memerangi terorisme dan mengatasi krisis migran. Selain itu konflik Suriah juga akan dibahas dalam konferensi tersebut. (republika.co.id)

Erdogan Meresmikan Masjid Agung Pertama Di Amerika Dan 100% Didanai Turki


Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan meresmikan Islamic Centers pertama di wilayah Maryland-Amerika dengan pendanaan 100% dari Turki. Seperti dilansir oleh turkpress.co, Sabtu (02/04).

Di dalam kompleks Islamic Centers ini terdapat gedung pusat budaya dan ruang auditorium megah dan perumahan tradisional Turki, dan Masjid Agung yang sangat megah.

Khusus Untuk Masjid, dibangun diatas lahan seluas 1.879 M persegi dan dengan model arsitektir khas Imperium Islam Otoman abad 16 dengan dua menara kembar dan mampu menampung 3000 orang untuk solat berjamaah secara serentak.


Sedangkan Gedung Pusat Budaya yang terdapat di dalam komplek Islamic Centers ini dibangun dengan model khas arsitektur Imperium Islam Seljuq abad ke 11, yang terdiri dari ruang perpustakaan, ruang konferensi, ruang-ruang pameran, ruang-ruang meeting, dan ruang khusus untuk penyambutan para tamu. [Kivlein Muhammad/portalpiyungan]

Alhamdulillah.. Rumah Sakit Indonesia Resmi Dibuka di Jalur Gaza


GAZA – Kementerian Kesehatan Palestina pada Ahad (27/12/2015) membuka rumah sakit yang didanai Indonesia untuk melayani penduduk di utara Gaza.

Rumah sakit tua yang berada di daerah tersebut, rumah sakit Kamal Adwan, telah ditutup untuk renovasi dan pemeliharaan.

Rumah sakit baru yang dibangun oleh Indonesia, berisi 110 tempat tidur, termasuk 10 untuk kasus perawatan intensif.

“Rumah sakit Indonesia merupakan tambahan fasilitas kesehatan yang penting, dengan fasilitas medis berkualitas tinggi untuk melayani

penduduk di utara Gaza,” ujar juru bicara kementerian kesehatan, Dr. Ashraf Al-Qudra mengatakan kepada Qudra Press seperti dilansir MEMO pada Senin (28/12).

Dia menambahkan bahwa rumah sakit tersebut menyediakan layanan perawatan medis khusus di bidang penyakit dalam, operasi bedah dan ortopedi.

Al-Qudra juga menjelaskan bahwa rumah sakit Indonesia memiliki CT scan yang paling maju di Gaza yang tidak dimiliki rumah sakit lain dan terdapat empat ruang operasi selain unit perawatan intensif, dokter dan perawat yang berkualitas.

Dia menyatakan optimisme tentang kemampuan rumah sakit yang akan membawa pergeseran yang signifikan dalam pelayanan medis di Gaza.

Kementerian akan merenovasi Rumah Sakit Kamal Adwan untuk meningkatkan kualitas layanannya. Sementara rumah sakit tersebut direnovasi, pelayanan medis bagi anak-anak akan dilakukan di rumah sakit lainnya di Gaza, yaitu di rumah sakit Al-Nasr, Al-Durra, Bait Hanoun dan Balsam.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh penduduk yang menerima pelayanan medis di rumah sakit Kamal Adwan bisa melanjutkannya di rumah sakit baru Indonesia.

Sumber: arrahmah.com

DPR Dukung Hamas Buka Kantor di Jakarta, Pemerintah Jokowi Menolak

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) menyambut baik dan mendukung rencana Hamas membuka kantor di Jakarta, kata Ketua DPR RI, Setya Novanto, saat menerima Kepala Biro Politik Hamas Abu Umar Muhammad, Jumat (28/11/2014).

Hal senada di sampaikan Komisi I DPR menyambut baik rencana Hamas tersebut untuk mendirikan kantor perwakilannya di Jakarta, sebagai bagian upaya mewujudkan kemerdekaan penuh Palestina.

“Hamas yang mengusulkan agar pemerintah Indonesia memfasilitasi pembukaan kantor di Jakarta dalam bentuk kantor pusat kebudayaan Palestina harus dilihat secara positif,” kata Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq di Jakarta, Sabtu (29/11).

Berbeda dengan DPR, Pemerintahan Jokowi JK memberikan penolakanya apabila Hamas membuka kantor di Jakarta. Melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Lestari Priansari Marsudi menyatakan menolak dan tidak setuju atas permintaan pembukaan kantor perwakilan kelompok perlawanan Islam Hamas Palestina di Jakarta.

Retno beralasan, karena sudah ada Kedutaan Palestina di Jakarta. “Kan Palestina sudah punya kedutaan di Jakarta,” ujar Retno seusai upacara Korpri di Monas, Jakarta, pada Senin (1/12/2014).

Penolakan pemerintah Jokowi JK terlihat sangat aneh bertolak belakang dengan janji Jokowi saat debat capres yang akan memperjuangkan Kemerdekaan Palestina. Sebagaimana diketahui bersama bahwa HAMAS merupakan memiliki peran utama dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina dari Penjajah Zionis Israel.

Beberapa negara sudah membuka kantor pewakilan Hamas seperti Rusia, Jerman, Lebanon, Qatar, Pakistan, beberapa negara di Afrika dan Malaysia.[islamedia]

Rencana Israel Hancurkan Al Aqsa, Ini Kata Alquran

Puluhan warga Yahudi menyerbu Masjid Al Aqsha
Puluhan warga Yahudi menyerbu Masjid Al Aqsha 
 
JAKARTA -- Bangsa Yahudi di Israel akan mengalami kekalahan dari umat Muslim suatu saat nanti seperti yang telah dijelaskan dalam Alquran surat Al-Isra.
Permasalahan yang tengah terjadi tanah Palestina dengan Israel telah menuai kontroversi dari berbagai negara Muslim. Mereka mengecam tindakan Israel yang telah melancarkan agresi militer untuk menghancurkan dan merebut Palestina serta Masjid Al Aqsa.

Menurut surat Al Isra telah dijelaskan bahwa bangsa Yahudi akan melakukan kejahatan di dunia. "Dan telah kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan besar," (QS Al Israa'17:4-8).

Selain itu,  dalam surat tersebut dijelaskan bahwa suatu saat nanti, Allah SWT akan menurunkan kuasa-Nya untuk memerintahkan hamba-hamba yang memiliki kekuatan luar biasa untuk mengalahkan mereka.


"Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, kami datangkan kepadamu hamba-hamba kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka akan merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan pasti akan terlaksana."

Sumber: ROL

Parlemen Prancis akan Akui Palestina Sebagai Sebuah Negara

Bendera Palestina
PARIS -- Parlemen Prancis memutuskan menerima usul partai Sosialis agar mengakui Palestina sebagai negara. Meski demikian, apa yang diputuskan parlemen ini serupa dengan apa yang diputuskan Swedia atau Inggris, sifatnya tidak mengikat.
"Rancangan usul menyatakan majelis rendah mengajak pemerintah Prancis mengakui negara Palestina. Yang pasti, Prancis akan mengakui negara Palestina," kata Menteri Luar Negeri Prancis, Laurent Fabius, seperti dilansir AFP, Kamis (13/11).
"Pertanyaannya, kapan dan bagaimana. Karena, pengakuan ini akan berguna memecahkan kemelut di parlemen," ucapnya.
Sebelumnya, parlemen Inggris pada 13 Oktober silam memberi suara mutlak yang mendukung mosi tidak mengikat pengakuan negara Palestina. Demikian pula dengan Swedia.
"Pejabat Palestina memperkirakan 134 negara mengakui Palestina sebagai negara, meskipun jumlah itu masih dipertanyakan dan ada beberapa pengakuan dari negara pecahan Uni Soviet yang kini menjadi anggota Uni Eropa," kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Eropa Federica Mogherini.
Di saat bersamaan, Palestina dan Israel kembali terlibat konflik. Ini merupakan dampak dari provokasi Israel di Masjid Al-Aqsha. (republika.co.id)

Muslim Dunia Harus Bersatu Akhiri Penodaan Israel di Al-Aqsa

Masjid Al-Aqsa
Ulama Indonesia yang menjadi Duta Al-Quds, Yakhsyallah Mansur mengatakan, seluruh Muslim di dunia harus bersatu dalam mengakhiri penodaan dan pelanggaran Israel di Masjid Al-Aqsha, Kota Al-Quds Palestina.

Dia memuji ketabahan dan perlawanan jamaah Muslim Palestina dalam menghadapi setiap pendudukan yang dilakukan Israel di tanah kelahirannya, khususnya di Masjid Al-Aqsha – situs tersuci ketiga bagi umat Islam dunia.

Dia mencontohkan, seorang pria Palestina yang menabrakkan mobilnya ke arah stasiun kereta api super cepat yang penuh sesak di lingkungan Syeikh Jarrah Al-Quds Timur, Rabu siang kemarin dan kemudian menyerang pemukim Israel di sana sebelum ditembak sampai meninggal oleh pasukan pendudukan Israel.

Yakhsyallah menilai, serangan tersebut, sebagai wujud nyata bentuk perlawanan dan penentangan terhadap kebijakan penjajah Israel.

“Serangan itu menunjukkan adanya perlawanan dengan penolakan tegas atas keberadaan penjajah Israel di wilayah Palestina,” tegas Yakhsyallah di Jakarta, Kamis (6/11) seperti dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Serangan mobil tersebut datang tak lama setelah kekerasan meletus di Kota Al-Quds ketika polisi Israel menyerbu Masjid Al-Aqsha dan menembaki jamaah Muslim sebelum mengizinkan pemukim ilegal Yahudi memasuki masjid.

Ketegangan meninggi di Al-Quds Timur sejak pemukim ilegal Yahudi menculik dan membunuh seorang anak Palestina dari Shuafat pada awal Juli lalu, demikian Middle East Monitor melaporkan.

Rabu lalu, pasukan Israel melarang beberapa anggota Palestina dan Arab-Israel terkemuka memasuki Al-Aqsha, termasuk seorang menteri Palestina dan dua anggota parlemen Israel (Knesset).

Situasi di kota Al-Quds menjadi lebih tegang ketika Israel menutup Al-Aqsha, Kamis lalu menyusul penembakan rabi ekstremis Yehuda Glick.

Pemerintah Israel membuka kembali Masjid, Jumat (31/10) setelah bentrokan terjadi dengan pengunjuk rasa Palestina, tapi melarang Muslimin berusia di bawah 50 tahun memasuki Al-Aqsha.

Israel menduduki Al-Quds Timur selama Perang Timur Tengah 1967. Israel kemudian menganeksasi kota suci pada tahun 1980, mengklaim dengan memproklamirkan diri sebagai ibukota negara Yahudi, sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

September 2000, kunjungan ke kompleks Masjid Al-Aqsha oleh politisi Israel yang kontroversial Ariel Sharon memicu apa yang kemudian dikenal sebagai “Intifadhah Al-Aqsha,” pemberontakan rakyat melawan pendudukan Israel di mana ribuan warga Palestina tewas dalam aksi itu.

Pembina Aqsa Working Group (AWG) itu juga menyerukan pemerintah negara-negara Islam dapat melaksanakan tanggung jawabnya bersama-sama membela dan melindungi Masjid Al-Aqsha dari serangan pemukim ilegal ekstrimis Yahudi dan upaya penghancuran kiblat pertama umat Islam itu.

Yakhsyallah Mansur juga Ketua Suffah Al-Quran Ibnu Mas’ud menegaskan peran ulama dalam memaksimalkan penyebarluasan informasi pentingnya kedudukan Al-Aqsha, melalui konferensi, khutbah-khutbah, hingga menjadikan kurikulum di setiap tingkat pendidikan bagi generasi mendatang. [gie/im/mina/islamedia]

Yordania: Israel Buat Geram Umat Muslim Dunia

Tentara Israel menyerbu masuk areal Masjid Al Aqsa
Tentara Israel menyerbu masuk areal Masjid Al Aqsa

REPUBLIKA.CO.ID, AMMAN -- Menteri Luar Negeri Yordania Nasser Judeh mengatakan tindakan Israel baru-baru ini di Kompleks Masjid Al-Aqsa dianggap sudah melampaui batas. Israel yang dengan semena-mena menutup pintu masuk menuju Masjid Al-Aqsa dinilai sudah melanggar sejumlah perjanjian yang ditetapkan sebelumnya.

"Pelanggaran ini membuat emosi dan kesal 1,5 miliar umat Islam di seluruh dunia," ujarnya menjelang pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry di Paris, seperti dilansir MaanNews, Kamis (6/11). "Israel harus menghormati kesucian tempat-tempat suci," tegasnya.

Yordania sendiri telah menarik pulang Duta Besarnya dari Israel menyusul bentrokan Kepolisian Israel dengan warga Palestina di sekitar Kompleks Masjid Al-Aqsa. Menghadapi permasalahan ini, Yordania akan mengadukan kepada
Dewan Keamanan PBB terhadap serangan yang secara berulang dilakukan Israel terhadap situs suci umat Islam.

Raja Abdullah II berjanji akan terus menentang setiap upaya Israel yang hendak mengubah status tempat suci umat Islam tersebut di Yerusalem. Gelombang protes akan kebijakan Isarel juga disuarakan Ikhwanul Muslimin di Yordania yang rencananya akan mengadakan protes massa di Amman. 
Sumber: Republika.co.id

Erdogan: Barat Selalu Memakai Standar Ganda

Erdogan di Bezmialem Vakif University. (Anadolu)
Erdogan di Bezmialem Vakif University. (Anadolu)
Ankara. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menuduh media Barat ketika memberitakan kasus-kasus di Timur Tengah. Beliau mencontohkan hal tersebut dengan kasus demonstrasi di Gazi Park, Istambul tahun lalu.

Menurut Erdogan, yang terbunuh dalam peristiwa itu adalah orang-orang yang menyerang polisi dengan senjata, hingga akhirnya mereka pun terbunuh. Namun demikian, media Barat memberitakan bahwa orang-orang yang terbunuh adalah para wartawan.

Padahal dalam dua bulan ada 16 wartawan Turki yang terbunuh di Gaza, tapi tidak ada media Barat yang mengangkatnya. Seandainya saja itu terjadi di Turki, pasti media Barat sudah membuat gempar masyarakat dunia.

Dalam acara pembukaan tahun ajaran baru di Istambul, Senin (3/11/2014) kemarin, Erdogan juga mengatakan, “Walaupun kami sudah memberikan banyak hal dalam kasus Kobani, masih saja ada yang menuduh kami mendukung ISIS. Saat ini kami telah menampung 200 ribu pengungsi Kobani, memberikan mereka tempat, makanan, minuman dan pakaian.”

Terkait dengan biaya yang telah dikeluarkan Turki untuk membantu para pengungsi, Erdogan mengatakan, “Hingga kini kami sudah menghabiskan US$ 4.5 miliar (Rp. 55 triliun) untuk membantu seluruh pengungsi dari Suriah dan Irak. Sedangkan bantuan dari seluruh dunia hanya mencapai US$ 200 juta (Rp. 2.5 triuliun) saja.”

Standar ganda Barat lain yang diungkap Erdogan adalah terkait dengan serangan pasukan koalisi di Kobani yang berada di perbatasan Suriah dan Turki, “ISIS telah menguasai setengah wilayah Irak, kenapa Barat baru bergerak saat ISIS menyerang Kobani? Ada apa dengan Kobani?” (msa/dakwatuna/anadolu)


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/11/04/59442/erdogan-barat-selalu-memakai-standar-ganda/#ixzz3I8le1GCc 

Poliklinik ‘Indonesia Ikhlas’ di Gaza Diresmikan Dr. Musa Abu Marzuq


Ahad lalu, Wakil Kepala Biro Politik Hamas (Harakah Muqawamah Al-Islamiyah) Dr Musa Abu Marzuq meresmikan Poliklinik Indonesia Ikhlas. Ini merupakan proyek yang 100% didanai masyarakat Indonesia, dengan izin Allah.
Pusat pelayanan kesehatan ini hasil kerja sama antara Sahabat Al-Aqsha dan Al-Sarraa Foundation, berlokasi di kawasan Zaitun, sebelah timur Gaza City.
Poliklinik ‘Indonesia Ikhlas’ ini menyediakan pelayanan dokter umum, spesialis anak, spesialis kandungan, spesialis syaraf, gigi dan mata.
AbuMarzuq_3a
Penanggung Jawab Al-Sarraa Foundation untuk wilayah Gaza, Abu Muhammad menjelaskan, “Sebenarnya poliklinik ini sudah membantu korban perang sejak Ramadhan kemarin. Bahkan kita mengoperasikan dua ambulan di lapangan.”
Alhamdulillah, Allah mentaqdirkan, Dr Musa Abu Marzuq yang merupakan anggota senior dalam perundingan gencatan senjata dengan Zionis Israel Agustus lalu berkenan meresmikan poliklinik kita.
Ketua Umum Sahabat Al-Aqsha, M. Fanni Rahman, yang terus-menerus mengikuti perkembangan di garis depan Gaza, menyatakan, “Poliklinik ini merupakan tanda cinta, bahwa kita tidak akan meninggalkan Gaza sampai Masjidil Aqsha merdeka.”
Fanni juga menjelaskan, jika semua berjalan baik, awal tahun 2015 akan dimulai pembangunan Rumah Sakit Spesialis Bedah Indonesia-Malaysia di kawasan Tel El-Islam, di Gaza City.
Fanni juga mengingatkan, “Seperempat Jalur Gaza hancur akibat kejahatan agresi Zionis Israel bulan Ramadhan dan Syawal lalu. Dan sekarang musim dingin. Sahabat Al-Aqsha sudah mengikat janji dengan Gaza, bahwa kita akan menemani terus mereka dengan izin Allah.”* (Hidayatullah.com | SahabatAlAqsha)

Indonesia Sumbang 200 Unit Karavan untuk Gaza

Tiga kali penyerangan Zionis Israel ke Jalur Gaza pada tahun 2008, 2012 dan 2014 telah merenggut 3.655 jiwa warga sipil Jalur Gaza, Palestina. mengakibatkan hancurnya infrastruktur wilayah yang dihuni oleh sekitar 1,8 juta jiwa ini. Demikian dikatakan Direktur Pusat Kajian Timur Tengah Jawad Al Hamd dalam salah satu kertas kerja yang disampaikannya dalam 1stHumanitarian Forum to Support Palestinians yang diselenggarakan 29-30 Oktober di Doha Qatar.

Lebih lanjut Jawad Al Hamd menyampaikan, diantara infrastruktur Gaza yang hancur tersebut adalah rumah-rumah dan tempat tinggal warga lainnya. Ada 61.563 unit rumah warga Gaza rusak akibat serangan Israel dalam 3 kali penyerangan tersebut. Dari angka ini 39.500 unit diantaranya rusak dan hancur akibat 51 hari agresi zionis Israel di tahun 2014. “Ini berarti, 64% rumah warga Gaza yang hancur akibat agresi Israel terjadi dalam penyerangan terakhir ke Jalur Gaza,” sebut Jawad.

Konferensi yang dihadiri wakil-wakil NGO (Non Government Organization) dari 30 negara ini juga membahas beberapa inisiatif yang dapat dilakukan lembaga-lembaga kemanusiaan dunia untuk membantu warga Palestina. Beberapa organisasi dan lembaga kemanusiaan langsung merespon inisiatif-inisiatif yang ditawarkan, tidak terkecuali Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP). 

“KNRP langsung merespon salah satu inisiatif yang ditawarkan dalam konferensi ini terkait proyek rekontruksi Jalur Gaza, salah satu program cepat tanggapnya yaitu program pengadaan Karavan (tempat tinggal darurat) bagi keluarga-keluarga Gaza yang kehilangan tempat tinggalnya,” jelas Caca Cahayaningrat Ketua Harian KNRP yang didampingi Sekretaris Umum KNRP Heri Efendi, di Doha Qatar, Kamis (30/10) kemarin.

Caca menambahkan, KNRP menyalurkan bantuan langsung berupa sejumlah 200 unit Karavan bagi warga Jalur Gaza Palestina, “Alhamdulillah, Kamis (30/10) kemarin, dari donasi rakyat Indonesia, KNRP menyerahkan bantuan 200 unit Karavan senilai 300.000 Euro setara dengan Rp 4,5 milyar untuk warga Gaza yang langsung kami serahkan kepada Ir. Wa'el A. Saqqa, SekjenHaiah 'Arabiyyah wad Dauliyyah li'imaar Gaza (The Arab and International Commission to Build Gaza),” pungkasnya.

Selain membahas permasalahan kemanusiaan yang terjadi di Gaza dan Palestina secara umum, beberapa Inisiatif Program yang disampaikan seperti inisiatif bantuan pendidikan, inisiatif rekontruksi Gaza, inisiatif wakaf al-Aqsha, inisiatif bantuan untuk kaum wanita dan anak-anak Palestina menjadi pembahasan penting dalam konferensi yang diadakan oleh Qatar Charity ini.(knrp/islamedia/js)


Kontak :
Ketua Harian KNRP
H. Caca Cahayaningrat, SE
0815 8914066

AS Saja Lindungi Penggunaan Jilbab, Bagaimana Polri?

Muslim AS
JAKARTA -- Praktik diskriminasi terhadap penggunaan atribut keagamaan kerap terjadi. Di Indonesia, pelarangan penggunaan jilbab untuk polisi wanita (polwan) dan korps wanita TNI masih dilakukan meski negara ini berpenduduk mayoritas Muslim.

Kondisi ini berbeda dengan di Amerika Serikat (AS). Meski Muslim menjadi minoritas, praktik berjilbab dan berjenggot adalah pilihan yang dilindungi. Termasuk bagi para tentara dan polisi Muslimah yang memutuskan untuk berjilbab. 

Utusan Khusus Menteri Luar Negeri Amerika Serikat untuk Komunitas Islam Shaarik Zafar mengungkapkan, negaranya sangat menghormati penggunaan atribut agama. Menurutnya, hal tersebut menjadi bagian dari kebebasan beragama. "Konstitusi Amerika menjamin hal itu,"ujarnya dalam wawancara eksklusif dengan Republika di Jakarta, Rabu (29/10).

Shaarik pun membeberkan sejumlah contoh di mana ia terlibat dalam aksi pembelaan terhadap Muslim yang mengalami diskriminasi. Ketika bekerja di Departemen Kehakiman, kata dia, ada seorang pelajar muslim yang menggunakan jilbab lantas mengalami diskriminasi dalam bentuk tidak diperbolehkan berangkat ke sekolah sebelum melepas jilbab. “Sekolah itu kita gugat, sampai akhirnya ia diperbolehkan berjilbab ke sekolah,” ujarnya. 
 
Ia juga pernah melakukan gugatan terhadap sebuah perusahaan di New York yang tidak mengizinkan Muslim naik kereta. Gugatannya pun dimenangkan sehingga diskriminasi terhadap Muslim kembali gagal.Pada intinya, Amerika tidak seperti negara lain yang sengaja atau tidak, masih melakukan diskriminasi. 

Saat masih berkampanye, Presiden Joko Widodo belum memiliki sikap tegas terhadap aspirasi polwan Muslimah yang ingin mengenakan jilbab saat berdinas. Jokowi justru melempar aspirasi tersebut kepada Kapolri. "Nanti tanya Kapolri," kata Jokowi kepada wartawan di Tasikmalaya, Kamis (12/6).

Jokowi beralasan izin polwan mengenakan jilbab merupakan urusan teknis. Sehingga kewenangannya ada di bawah Kapolri. "Itu (presiden) top level bukan urus hal teknis," ujarnya. Jokowi menolak menjawab saat didesak pandangannya bahwa keinginan polwan berjilbab bagian dari pluralisme.

"Nanti...nanti. Saya kok suka ditanya urusan kepala dinas waktu gubernur," kata Jokowi. Persoalan jilbab di kalangan polwan belum tuntas hingga saat ini. Meski Kapolri sebelumnya Jendral Timur Pradopo secara eksplisit sudah menyetujui legalitas polwan untuk berjilbab, namun keputusan tersebut kembali mentah saat hendak dilaksanakan.

PBB Kecam Israel

Pemukiman Yahudi Tepi Barat

GENEWA -- Israel menghadapi kecaman pasca pengumuman Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terkait percepatan pembangunan permukiman Yahudi di Yerusalem Timur. Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan darurat membahas perihal tersebut.

Ketua politik PBB, Jeffrey Feltman mengatakan permukiman tersebut akan meningkatkan keraguan dalam penyelesaian pembicaraan damai dengan Palestina. Permukiman Yahudi telah menjadi isu paling rapuh antara Israel dan Palestina.

Feltman mengatakan Israel telah melanggar hukum internasional ketika bermukim di teritorial Palestina. Wakil Palestina di PBB Riyad Mansour mengatakan adanya permukiman Yahudi di tanah mereka mengikis masa depan negara Palestina.

"Setiap hari teritorial dan integritas negara kita sedang terpecah-pecah dan dirusak oleh tindakan ilegal seperti ini. Hal ini serius mengurangi kelangsungan hidup solusi dua negara," katanya.

Mansour mengatakan Yerusalem berada dalam pengepungan. Provokasi Israel di Al Aqsa dan Dome of the Rock juga sangat mengancam kekerasan lebih lanjut. 

Sementara Duta besar Israel Ron Prosor mengatakan warga Palestina melakukan propaganda setengah mitos dan setengah kebohongan. ‘’Aku di sini menyampaikan satu kebenaran yang sederhana. Orang Israel tidak menjajah dan bukan pemukim. Israel adalah rumah kami dan Yerusalem adalah ibu kota abadi kami,’’ kata dia sambil mengangkat alkitab, dikutipBBC.

Ia mengatakan masyarakat internasional marah ketika orang-orang Yahudi membangun rumah di Yerusalem tetapi tidak mengatakan apa-apa ketika orang-orang Yahudi yang dibunuh. "Kemunafikan ini mengerikan," tambahnya.

Sekutu Israel, AS mengaku sangat memperhatikan rencana tersebut. Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan hubungan dekat Israel dan AS tidak akan memperbesar perbedaan. "Nyatanya AS tegas jika aktifitas kependudukan itu ilegal. AS hanya mendukung rencana yang memuluskan jalan pembicaraan damai dan pencapaian solusi,' kata dia.

Pejabat Gedung Putih lain mengatakan pada BBC Neyanyahu sangat frustasi dengan tekanan global. Namun ia mengatakan akan melanjutkan proyek tersebut. Haaretz melaporkan rencana tersebut telah ada sejak beberapa tahun lalu.

Kependudukan Israel di tepi barat dan Yerusalem timur dianggap ilegal oleh hukum internasional. Aneksasi Israel terhadap wilayah itu dilakukan pada 1980 dan itu tidak akui oleh internasional. Sejak berakhirnya perang di Gaza pada bulan Agustus, ketegangan terus meningkat di bagian timur.

Bentrokan terjadi hampir setiap malam antara pasukan keamanan Israel dan demonstran Palestina yang melemparkan batu dan bom bensin. Penyebab utama kemarahan Palestina adalah meningkatnya jumlah kunjungan orang Yahudi Ortodoks, termasuk beberapa politisi, untuk berdoa di Masjid al-Aqsa, situs paling suci ketiga dalam Islam. 

Netanyahu telah berjanji berulang kali bahwa "status quo" yang mengatur tempat tersuci Yerusalem tidak akan berubah, meskipun bujukan itu belum memadamkan ketakutan Palestina. (Republika.co.id), 

Duta Besar Turki: Turki Akan Bantu Kembangkan Teknologi Indonesia

 untuk Indonesia, Zekeriya Ekcam, mengatakan, Indonesia sudah jadi mitra Turki dalam waktu yang sangat lama. Namun, kerjasama yang diusung kedua negara bukan kerjasama seperti pada umumnya.

”Bentuk kerjasama kami dengan Indonesia, bukan berbentuk jual beli barang, tapi bentuk kerjasama yang kami lakukan adalah kerjasama di bidang teknologi,” ucap Akcam.

Dalam perayaan Hari Nasional Turki, di salah satu hotel di Jakarta pada Kamis (29/10/2014), Ekcam menyatakan, bahwa Turki bukan hanya ingin bekerjasama, tapi juga ingin membantu mengembangkan teknologi di Indonesia.

”Contohnya seperti mengembangkan teknologi militer, kami juga memiliki kerjasama dengan perusahaan elektronik, sehingga kami juga bisa turut mengembang industri di Indonesia,” imbuh dia seperti dilansir Sindo.

Dalam perayaan Hari Kemerdekaan ke-31 Turki itu, turut hadir oleh beberapa duta besar negara sahabat dan beberapa pejabat tinggi Indonesia. Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti juga tampak hadir. (ri)

Survei: Seperempat Warga Australia Pandang Negatif Islam


Muslimah Australia



SYDNEY -- Serangan Islamofobia yang dialami Muslim Australia menjadi cermin dari survei nasional yang dipublikasikan Monash University dan Scanlon Foundation. Survei itu menyebut seperempat dari populasi Australia memiliki pandangan negatif terhadap umat Islam.

"Apa yang kami temukan, pandangan negatif terhadap umat Islam lima kali lebih tinggi ketimbang pandangan negatif terhadap umat Kristen atau Buddha. Sehingga ada cukup masalah signifikan di sana," ungkap Profesor Andrew Markus, Peneliti dari MOnash University seperti dilansir ABC News, Kamis (30/10).

Markus mengatakan, dari periode ketegangan yang terjadi belakangan ini pandangan negatif itu semakin menjadi."Mereka (warga Australia) menganggu orang di jalan dan sebagainya. Jadi, apa yang kita dapatkan ini mungkin proporsi yang sangat kecil dari efek pandangan negatif tersebut," ucapnya.

Dari survei yang melibatkan 2.596 orang selama periode Juni-Juli tersebut menyebutkan, individu berusia di atas 65 tahun dan individu berpendidikan yang berusia 11 tahun cenderung tidak toleran terhadap Muslim. Berbeda dengan mereka yang berusia 18-44 tahun. Mereka cenderung toleran.

Survei itu juga menyebut, penduduk muda dari negara bagian Victoria cenderung toleran terhadap umat Islam. Namun, hal itu tidak juga menurunkan angka insiden Islamofobia. "Kami telah melihat ada peningkatan jumlah laporan dari kalangan Muslimah," ungkap Asisten Komisaris, Andrew Crisp.

Secara terpisah, Silma Irham dari Asosiasi Muslimah Australia mengaku tidak terkejut dengan hasil survei tersebut. "Ada begitu banyak informasi negatif tentang Islam baik dari media, dan pemerintah," kata dia.

Menurutnya, hal itu mungkin berubah apabila pemerintah federal mengubah retorita negatif tentang Islam. "Itulah sumber masalah. Komunitas Muslim memang minoritas. Tapi Anda tahu, kami sebagian besar merupakan kelahiran Australia," tegasnya. (REPUBLIKA.CO.ID,)  

Palestina itu Urusan Akidah, Bukan Sekadar Urusan Kemanusiaan

Hidayatullah.com - Banyak masyarakat salah paham terkait usahan pembebasan Palestina dan Masjidil Al Aqsha, seolah-olah urusan kemanusiaan. Padahal keduanya adalah urusan akidah umat Islam.
Penjelasan ini disampaikan salah satu relawan Sahabat Al-aqsha (SA) Dzikrullah pada sekitar 600 peserta Silaturahim Wilayah (Silatwil) Hidayatullah DIY – Jawa Tengah Bagian Selatan belum lama ini bertepatan menyambut Tahun Baru Islam.
Ia juga menjelaskan perkembangan Palestina terkini, khususnya paca serangan penjajah Israel atas Gaza.
“Bertahannya rakyat Gaza bukan karena perlengkapan senjatanya, karena kalau mengandalkan senjata, mereka akan akan kalah, namun karena kembalinya orang Palestina kepada Islam,” begitu terang Dzikrullah kepada ratusan kader, anggota, dan simpatisan Hidayatullah di Solo.
Menurut Dzikrullah, yang tak boleh dilupakan umat dalam berbicara tentang Palestina meliputi enam hal.
Pertama adalah Quds. Dalam sejarah, Al-Quds lepas secara resmi kepada penjajah Zionis Israel pada tanggal 5 Juni 1967.
Kedua adalah Tepi Barat, di mana Tepi Barat ini dijuluki juga otorita Palestina, padahal banyak yang memahami di tangan penjajah, Palestina tidak punya otoritas sama sekali.
Ketiga adalah Zionis-Israel itu sendiri, yang notabene adalah penjajah.
Keempat para tawanan yang ada di penjara-penjara Israel, karena mereka merupakan bagian dari Palestina.
Kelima adalah tempat-tempat pengungsi, para pengungsi juga bagian dari Palestina.
Keenam adalah Gaza. Gaza ini sebenarnya ‘penjara’ terbesar di dunia, karena Gaza dikepung dari segala penjuru, dari darat, laut, dan udara. Sementara rakyat Palestina untuk keluar atau masuk dari Gaza harus diijinkan oleh pihak penjajah Israel.
Dzikrullah juga menyampaikan berbagai kejahatan keji penjajah Israel terhadap rakyat Palestina dan Gaza. Di antaranya vonis-vonis amat gila untuk menghukum rakyat Palestina yang mereka tangkap di jalan atau di rumah-rumah mereka sendiri.
Misalnya ada vonis yang mencapai 450 tahun, 500 tahun, dan yang paling lama adalah 6.633 tahun.
Acara ini diakhiri dengan penggalangan dana untuk Bangsa Palestina. Semoga Allah menolong mujahid-mujahid di Palestina.
Shalat Lail
Acara yang diikuti oleh enam ratusan anggota, kader, dan simpatisan Hidayatullah ini bertempat di Kampus Hidayatullah Surakarta, Yayasan Al-Kahfi.
Para jamaah Hidayatullah datang dari berbagai penjuru kota di Yogyakarta, Solo, Sragen, Klaten, Boyolali, Magelang, Kebumen, Purwokerto, dan Cilacap. Turut hadir pula Ketua Umum Hidayatullah, Dr. Abdul Mannan, M.M. memberi taujih kepada anggota, kader, dan simpatisan Hidayatullah.
“Tidurnya Ashabul Kahfi saja sudah menumbangkan tirani, apalagi kerjanya. Jika penduduk Yayasan Al-Kahfi Surakarta ini tidurnya karena iman, pasti lebih dahsyat goncangannya untuk Surakarta, apalagi kerjanya,” ujarnya.
Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh hadirin agar tak putus shalat lail guna menyerap kekuatan dari Allah.
“Jangan mengaku mujahid dakwah, kalau shalat malam saja jarang-jarang,” lanjutnya.
Menurutnya, meski tak ringan, shalat malam harus menjadi modal para dai dan dilakukan istiqomah. Jika qiyamul lail bisa dikerjakan dengan istiqomah, pasti Allah menurunkan bantuan dan melahirkan perkataan yang berbobot, qaulan tsaqiila,” tambahnya.*/Mahmud Thorif (Jogjakarta)

Belajar dari "Kekalahan" Hizb An-Nadhah (Partai IM) Tunisia

Rached Ghannouchi, leader of the Islamist Ennahda party, voted with his family (26/10/2014) -Reuters-

CNN memberitakan, pemilu anggota parlemen Tunisia telah berlangsung 26 Oktober 2014 kemarin. Kendati KPU Tunisia belum merilis hasil resmi, namun nampaknya Partai Nida Tunisia (Sekuler) mampu mengungguli Partai An-Nahdhah (Ikhwanul Muslimin) yang kini berkuasa dengan 85 kursi vs 69 kursi di parlemen yang berjumlah 217 kursi. Disusul peringkat ketiga Partai Front Rakyat 12 kursi, Partai Persatuan Nasional 17 kursi, Partai Afaq Tunisia 9 kursi, dan sisanya dimenangkan partai gurem.

Kegagalan Partai An-Nahdhah ditenggarai bagian dari strategi An-Nahdhah. Terutama setelah Partai An-Nahdhah 4 tahun berkuasa pasca reformasi melengserkan rezim Ben Ali (penguasa diktator 21 tahun Tunisia). An-Nahdhah menjadi sorotan dan target penghancuran seperti IM di Mesir dan FIS di Aljazair. An-Nahdhah menjadi sasaran kaum sekuler-liberal, Islamphobia, kelompok Sosialis yang didukung badan intelejen negara-negara Sekuler-Liberal-Salibis-Zionis. Dimana An-Nahdhah diisukan akan melakukan Islamisasi. Namun di sisi lain, An-Nahdhah juga diserang kelompok Salafy dan HT Tunisia yang konsisten menuduh An-Nahdhah tidak ada niat menerapkan syariat Islam.

Di titik ini, Rasyid Ghannouchi pemimpin An-Nahdhah nampaknya sangat matang berpolitik. Ia memilih kalah untuk menang, dengan tidak memaksakan diri untuk langsung menjadi pemenang di Pemilu 2014 dan memilih menjadi nomor 2. Kecerdasan Ghannouchi nampak sebagai berikut:

1. Dengan kemenangan tipis partai Nida Tunisia yang sekuler, An-Nahdhah tetap menjadi primadona karena segala keputusan Nida Tunisia tidak akan tercapai tanpa meminta pendapat An-Nahdhah.

(Diberitakan Reuters, Lotfi Zitoun seorang pejabat senior An-Nahdhah telah mengakui kemenangan Partai Nidaa Tunisia. "Kami telah menerima hasil ini, dan mengucapkan selamat kepada pemenang Partai Nidaa Tunisia," ujar Lotfi Zitoun, kepada Reuters.)  

2. Kemenangan partai sekuler membuat An-Nahdhah tidak lagi menjadi sorotan kalangan Salibis-Zionis dan HT-Salafy. Mengingat kondisi politik Timur Tengah yang saat ini sangat membenci Ikhwanul Muslimin dan organisasi se-fikroh.

3. Kekalahan An-Nahdhah memupus rencana dan konspirasi kudeta ala As-Sisi di Mesir. Sebab aktor-aktor kudeta justru kembali berkuasa dan memegang kendali jabatan publik. Tentu menghindari perang sipil dan konflik berdarah seperti di Mesir dan Aljazair.

4. Menepis tuduhan bahwa An-Nahdhah haus kekuasaan, seperti tuduhan terhadap Ikhwanul Muslimin dan Presiden Mursi yang kerap menjadi korban bully dan propaganda fitnah media.

5. Dengan tidak menjadi sorotan, An-Nahdhah memiliki peluang untuk memperkuat basis internal, meraih dukungan publik lebih luas, dan mempersiapkan diri saat partai Nida gagal mengelola pemerintahan.

Nampaknya kekalahan An-Nahdhah dan sikap dewasanya, sangat baik untuk dijadikan pelajaran bagi PKS di Indonesia. Konsisten berada di luar kekuasaan era Jokowi-JK, memperkuat kaderisasi internal, memperluas ekspansi keluar, mempersiapkan SDM handal, dan menguasai media. (piyungan)

(Nandang Burhanudin)

Turki dan Referensi Baru Kekuatan Islam (1)


Oleh: A. Rofii Damyati dan Arya Sandhiyudha
Kebebasan berislam di publik berangsur-angsur disetarakan dengan kebebasan sekuler. Jika orang bebas tidak berjilbab, maka orang juga harus diberi kebebasan berjilbab. Kalau di dunia sekuler orang berpaham ateis bebas berkeliaran, maka yang orang mengekspresikan keislaman di ranah publik juga tidak boleh lagi dipasung.
Transformasi relasi Sipil-Militer juga menjadi kunci pemenangan Islamis. Terjadi transformasi dari pendekatan ofensif ala Halil Turgut Özal (PM 1983- 1989 dan Presiden 1989- 1993) ke pendekatan kompromis ala Erdoğan (PM 2003-2014, Presiden 2014-…).
Meskipun sama-sama berpandangan bahwa pemerintahan sipil merupakan superordinat dari militer, namun Erdoğan menghindari sedapat mungkin friksi dengan militer dengan menerapkan desain dan implementasi berbasis “pendekatan kompromis” terhadap isu-isu yang menjadi bagian “sensitivitas militer”. Pemerintahan AKP menerapkan kebijakan cermat, penuh kehati-hatian dan keseimbangan terhadap militer. Menghindari tindakan yang dapat ditentang militer, serta tidak melakukan kritik terbuka terhadap militer terutama terhadap isu-isu yang sangat sensitif.
Erdoğan konsisten menjaga eksistensi simbol-simbol Atatürk di Turki seperti memasang poster besar wajahnya sebesar poster Erdoğan di setiap markas partai. Ini secara otomatis mengirimkan pesan kepada para loyalis Attaturk bahwa ia juga penerus sang bapak Turki itu. Walaupun banyak sinyalemen bahwa Erdoğan berambisi mengembalikan sistem Turki Usmani menggantikan Turki Sekuler. Ini akan melunakkan sensitivitas kalangan ultranasionalis dan militer yang merupakan ‘pengaman ideologi Atatürk’.
Dalam pendakian ekonomi dan pelayanan publik Erdoğan menjalankan program-program real yang menjawab kebutuhan masyakat luas, seperti perbaikan dan subsidi sektor pendidikan secara besar-besaran, reformasi ekonomi secara masif, serta menyiapkan infrastruktur yang memadai. Tak heran, hasilnya kini bisa dilihat dan tak akan pernah dilupakan oleh masyarakat Turki sendiri.
Menurut catatan, Erdoğan dan AKP-nya telah dan akan mereformasi secara terus menerus Turki agar menjadi negara yang terdepan, tidak saja di Eropa tapi di dunia. Mereka mengklaim telah berhasil membangun banyak hal. Di sektor olahraga, terbangun 25 stadium, 48 kolam renang, 193 pusat olah raga, 155 pusat pemuda dan total 789 fasilitas olahraga.
Di sektor pendidikan, pembangun asrama para pelajar terus berlanjut, dihapusnya biaya kuliah. Oleh karenanya negara tiap tahunnya membiayai paling sedikit 1,2 miliar Turkish Lira. Pemberian Beasiswa baik luar maupun dalam negeri secara besar-besaran.
Bila anggaran pendidikan Turki tahun 2002 sekitar 11,3 miliar TL, maka pada tahun 2014, dialokasikan 78,5 miliar TL. Bila di antara tahun 1994-2002 satu stadion saja terbangun, maka, menurut klaim Erdoğan, kini 25 stadion baru dan megah sudah menghias kota-kota besar di Turki. Jika pada tahun 2002 bandara hanya berjumlah 25 buah, kini diklaim sudah menjadi 47.
Bahkan, termasuk dari ambisi besarnya, kini sedang dibangun bandara terbesar di Eropa. Bandara itu berlokasi di Istanbul dan rencananya nama presiden Recep Tayyip Erdoğan menjadi nama bandara ini.
Erdogan mencium tangan anak Gaza yang terluka atas serangan penjajah Israel
Erdogan mencium tangan anak Gaza yang terluka atas serangan penjajah Israel

Performa ekonomi dan pelayanan publik tersebut dibarengi dengan pembelaan terhadap perjuangan Islam di berbagai negara.Di antaranya: (1) pasca Revolusi 25 Januari 2011 mesir, Turki memberi pinjaman investasi 2 miliar USD ke Mesir dan berkomitmen investasi hingga 5-10 miliar USD. Itu di masa Presiden Mursyi sebelum digulingkan; (2) Turki termasuk negara kemanusiaan yang terus berkampanye #DontForgetSrebrenica terkait genosida terhadap 8372 Muslim Bosnia.Turki melanjutkan perlindungan pada ribuan pengungsi Bosnia; (3) pembukaan pintu bagi setengah juta warga Suriah yang lari dari diktator Bashar al Assad, yang tidak dilakukan oleh negara-negara lain di sekitarnya; dan yang paling penting (4) Turki adalah negara paling terdepan membela Palestina.
Terbukti Turki lah yang menjadi sponsor utama bantuan kemanusiaan melalui misi Mavi Marmara pada tahun 2010. Dan yang teranyar, ketika agresi brutal Israel ke Gaza beberapa waktu yang lalu, Turki yang paling kencang dalam mengecam kebiadaban ini. Bahkan Erdoğan berjanji akan mengobati seluruh korban luka-luka akibat serangan brutal Israel ke Gaza. Dan hal itu langsung direalisasikan setelah terpilih menjadi presiden Turki dan dilantik baru-baru ini.
Di balik kelihaian berstrateginya, kunci lainnya yang terpenting adalah kesabaran revolusioner Erdoğan dan AKP Turki untuk menjalani perubahan bertahap didasari oleh kuatnya kerinduan untuk membangun kembali “Neo-Ottoman” alias kejayaan kembali Kekhalifahan Utsmani.
Semenjak runtuhnya Islam di Andalus (tahun 797 H/1492 M), Turki Usmani mengambil peran pemegang tampuk Khilafah Islamiyah (tahun 1299 M-1924 M). Pengaruh imperium ini sangat luas. Hampir-hampir Eropa saja takluk di bawah kuasanya.
Hanya saja medan dan cuaca yang sangat ekstrem menjadi hambatan penaklukan Eropa secara keseluruhan. Ditambah lagi di abad-abad ke 19-20 kekhalifahan ini melemah hingga berubah menjadi Turki sekuler pada tahun 1924 M melalui Gazi Kemal Pasya, alias Attaturk.*/bersambung ada faktor keterlibatan ulama (hidayatullah.com)

Akhmad Rofii Damyati adalah Ketua STIU Al-Mujtama’ Pamekasan, kandidat Doktor bidang Filsafat Islam pada Süleyman Demirel Üniversitesi, Turki

Arya Sandhiyudha AS, Ketua PPI Turki, penulis buku “Inspirasi Turki: Renovasi Negeri Madani”, kandidat Doktor bid. Hub. Internasional dari FATIH University, Turki